KBRI Singapura Mendapat Apresiasi dari Tim Independen Reformasi Birokrasi Terkait Pelayanan Publik dan Diplomasi Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 30 Sep 2019, 10:50 WIB
Diperbarui 30 Sep 2019, 10:50 WIB
KBRI Singapura Mendapat Apresiasi dari Tim Independen Reformasi Birokrasi Terkait Pelayanan Publik dan Diplomasi Ekonomi
Perbesar
Kunker bertujuan mempelajari dan melakukan diskusi dengan berbagai instansi pemerintah mengenai reformasi birokrasi di Singapura dalam kapasitas sebagai tim independen reformasi birokrasi nasional Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Delegasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan) dipimpin oleh Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. Rombongan beranggotakan Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA; Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA; Prof. J. B. Kristiadi, Ph.D; Prof Dr. Tjipta Lesmana; Dr. Hariyadi B. Sukamdani; Felia Salim; Dr. Rudiarto Sumarwono, Fajar Wardani Wijayanti, SIA; Nisa Nurrela, S.E telah melakukan kunjungan kerja ke KBRI Singapura.

Tujuan kunjungan kerja ini adalah melakukan mempelajari dan melakukan diskusi dengan berbagai instansi pemerintah mengenai reformasi birokrasi di Singapura dalam kapasitas sebagai tim independen reformasi birokrasi nasional Indonesia. Disamping melakukan pertemuan dengan berbagai instansi pemerintah Singapura, mempelajari sistem birokrasi dan penerapan nilai-nilai terkait yang menunjang peningkatan profesionalisme pegawai pemerintah Singapura, delegaai juga bertemu dengan jajaran KBRI Singapura dipimpin Duta Besar RI Ngurah Swajaya.

Dalam pertemuan dengan Dubes Ngurah Swajaya, KBRI Singapura memaparkan mengenai kinerja pelayanan publik, perlindungan WNI dan Diplomasi Ekonomi dengan menggunakan inovasi pemanfaatan teknologi informasi.

Pemanfaatan teknologi yang disebut sebagai Smart Embassy memungkinkan KBRI meningkatkan pelayanan prima yang disertifikasi ISO 9001-2015 selama beberapa tahun. Teknologi informasi yang dipergunakan memungkinkan KBRI memiliki data yang akurat, real time serta memungkinkan kemudahan interaksi antara tenaga kerja Indonesia di Singapura, khususnya pekerja migran dan pelaut yang bekerja di kapal berbendera Singapura.

Dubes RI Ngurah Swajaya juga menyampaikan mengenai program “beyond protection” berupa pelatihan bagi lebih dari 1000 pekerja migran untuk kursus keterampilan bersertifikat, program kejar paket B dan C untuk sekitar 500 PMI serta kegiatan tutorial untuk sekitar 600 PMI yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka Indonesia. Kombinasi antara perlindungan demgan menggunakan teknologi start embassy dan beyond protection diharapkan tidak hanya menekan jumlah kasus dan permasalahan bagi PMI, tetapi juga untuk menjngkatkan kualitas sumber daya manusia.

Permasalahan sebagian besar bermuara dari sistem rekrutmen yang bersifat non-prosedural, sehingga sulit terdeteksi kesiapan dan latar belakang PMI yang bekerja di Singapura. Menangani isu ini, KBRI Singapura menerbitkan Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) untuk PMI yang saat ini sudah berjumlah 60.000.

Untuk pelaut, isu utamanya adalah ijazah palsu, sehingga salah satu strategi KBRI adalah menerbitkan Kartu Pelaut Indonesia Singapura (KPIS) yang saat ini berjumlah lebih dari 5000 kartu.Untuk Diplomasi Ekonomi, KBRI Singapura membuat “Showcase” produk ekspor potensial yang dipajang di KBRI dan “Showcase Virtual” yang bisa diakses importir setiap saat. Sebagai catatan, untuk neraca perdagangan Indoneaia-Singapura selama 6 bulan pertama tahun 2019, Indonesia mencatat surplus senilai US$ 276 juta.

 

KBRI Singapura Mendapat Apresiasi dari Tim Independen Reformasi Birokrasi Terkait Pelayanan Publik dan Diplomasi Ekonomi
Perbesar
Dubes RI Ngurah Swajaya menyerahkan buku Photography mengenai 10 New Bali sebagai destinasi baru untuk kunjungan wisata dan investasi di Indonesia.

Tim independen reformasi birokrasi mengapresiasi dan memuji terobosan dan inovasi yang dilaksanakan KBRI Singapura untuk kedua prioritas pemerintah RI. Tim juga mengapresiasi terobosan untuk meningkatkan ekspor serta peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk meningkatkan investasi dan pariwisata antara kedua negara.

Pada penutupan pertemuan tersebut, Dubes RI Ngurah Swajaya menyerahkan buku Photography mengenai 10 New Bali sebagai destinasi baru untuk kunjungan wisata dan investasi di Indonesia.

 

(PR)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya