Kapolda Riau Janjikan Peningkatan Upaya Penanganan Karhutla

Oleh Nanda Perdana Putra pada 30 Sep 2019, 10:08 WIB
Diperbarui 30 Sep 2019, 10:08 WIB
37 Ribu Botol Miras Ilegal Berhasil Diungkap Polri dan BPOM
Perbesar
Brigjen Pol Agung Setya memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (23/10). Dirtipideksus Mabes Polri bersama dengan BPOM dan Kantor Pajak berhasil melakukan pengungkapan perusahaan importir miras di wilayah Batam. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Irjen Agung Setya Imam Effendi resmi dilantik menjadi Kapolda Riau, menggantikan Irjen Widodo Eko Prihastopo. Dia pun bersiap menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus menjadi sorotan, bahkan dari dunia internasional.

"Ya kita tentu lanjutkan upaya yang sudah ada, tingkatkan lagi. Tapi kalau kita kan sama-sama dengan yang lain," tutur Agung di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Menurut Agung, pihaknya akan menyusun program bersama-sama dengan pihak terkait untuk menangani karhutla. Namun begitu, strategi yang sudah dipetakan di awal akan tetap menjadi bahan acuan dan evaluasi.

"Tapi pertama lanjutkan yang sudah ada," jelas dia.

Agung juga akan segera mendalami upaya penegakan hukum bagi para pelaku karhutla. Baik itu tersangka perorangan maupun korporasi.

"Nanti saya mempelajari lagi ya," kata Agung.

2 dari 3 halaman

Luas Lahan yang Terbakar

Kebakaran di gambut sebagai biang kabut asap yang diduga menjadi konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan Riau
Perbesar
Kebakaran di gambut sebagai biang kabut asap yang diduga menjadi konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau. (Liputan6.com/M Syukur)

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebut kualitas udara membaik tidak hanya di Pekanbaru. Hal serupa juga terjadi di daerah Minas (Siak) dan Duri (Bengkalis).

"Begitu juga dengan Kota Dumai, Libo, Bangko (Rokan Hilir) dan Petapahan (Kampar). Kualitas udaranya baik hingga sedang," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

Terkait luasan lahan terbakar di Riau sepanjang tahun ini, Edwar menyebut ada 8.644,41 hektare. Angka itu tersebar di Kabupaten Rokan Hulu 89,25 hektare, Rokan Hilir 1.816,45 hektare dan Kota Dumai 351,75 hektare.

Berikutnya di Kepulauan Meranti 368,5 hektare, Siak 863,37 hektare, Pekanbaru 217,47 hektare, Kampar 350,53 hektare, Pelalawan 531,2 hektare, Indragiri Hulu 1.070,1 hektare, Indragiri Hilir 1.067,85 hektare dan Kuantan Singingi 20,1 hektare.

"Mudah-mudahan tidak ada kebakaran lahan, mari jaga lahan bersama. Jaga alam, maka alam jaga kita," imbuh Edwar.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓