Korban Gempa di Maluku Tengah Tak Kunjung Dapat Bantuan

Oleh Maria Flora pada 28 Sep 2019, 13:51 WIB

Liputan6.com, Ambon - Tiga hari sudah gempa berkekuatan magnitudo 6,8 melanda Kota Ambon. Selama itu pula sedikitnya 17 ribu jiwa warga Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, yang ikut terdampak gempa terpaksa tinggal di pengungsian, karena rumah mereka rusak parah rata dengan tanah.

Ironisnya, sejak gempa mengguncang Kamis lalu warga mengaku hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah terutama makanan, tenda, serta selimut untuk anak-anak.

Warga juga mengaku mengeluh kelaparan.

"Yang diharapkan masyarakat adalah bantuan itu dibagikan secara merata. Ada bantuan yang masuk, namun tidak merata," kata Guntur Rehalat, seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (28/9/2019). 

Sementara itu, hingga Sabtu siang reruntuhan gedung dan rumah yang roboh akibat gempa masih belum dibersihkan. Warga khawatir adanya gempa susulan yang masih terjadi sehingga menjauhi bangunan-bangunan tinggi dan jembatan.

Dari data BPBD Maluku, 19 orang tewas dan ratusan warga terluka akibat gempa di Ambon, Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram bagian barat.