Pernyataan Menristekdikti soal Aksi Mahasiswa, Ajakan Dialog hingga Ancam Rektor

Oleh Devira Prastiwi pada 27 Sep 2019, 13:03 WIB
Diperbarui 28 Sep 2019, 16:15 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir angkat bicara usai aksi mahasiswa yang terjadi.

Aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di depan Gedung DPR RI pada Selasa, 24 September 2019 itu digelar untuk menolak revisi Undang-Undang atau pun Rancangan Undang-Undang (RUU), salah satunya RUU KUHP.

Kala itu, Menristekdikti meminta agar mahasiswa tak anarkis saat menggelar unjuk rasa. Dia pun mengimbau mahasiswa harus dewasa dalam menyikapi permasalahan terkini. Mohamad Nasir juga sangat menyesalkan adanya kericuhan dalam unjuk rasa mahasiswa.

Menurutnya, penolakan terhadap rencana pemerintah dan DPR mengesahkan revisi KUHP dan Undang-undang KPK bisa diselesaikan dengan dialog tanpa anarkis.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun memanggil Menristekdikti Mohamad Nasir ke Istana Kepresidenan Jakarta. Menurutnya, Jokowi memintanya membuka dialog dengan mahasiswa untuk meredam aksi demonstrasi.

Berikut pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir usai aksi mahasiswa dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 5 halaman

Akan Ajak Mahasiswa Dialog

Kemenristekdikti Promosikan Inovasi Teknologi Karya Anak Bangsa
Menristekdikti Mohamad Nasir memberi paparan saat jumpa pers jelang pameran Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E), di Jakarta, Selasa (10/9/2019). Kemenristekdikti ingin hasil inovasi dari para inovator bermanfaat bagi masyarakat dan menumbuhkan sektor industri. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Presiden Jokowi meminta Menristekdikti Mohamad Nasir membuka dialog dengan mahasiswa untuk meredam demonstrasi.

"Iya (diminta untuk meredam), mengajak mahasiswa untuk dialog dengan baik. Tidak melakukan turun ke jalan tapi kembali ke kampus masing-masing," ujar Nasir usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 26 September 2019.

Selain itu, Jokowi meminta agar perguruan tinggi tak mengerahkan mahasiswa untuk turun ke jalan melakukan aksi. Menurut Nasir, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak ingin gerakan massa menganggu keamanan masyarakat.

"Arahannya adalah jangan sampai kita menggerakkan massa, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang tidak diinginkan oleh keamanan," ucapnya.

Nasir juga mengimbau sejumlah mahasiswa yang ikut aksi untuk kembali ke kampus masing-masing melanjutkan pendidikan.

Dia mengaku dalam waktu dekat ini akan aktif mengunjungi universitas berbagai daerah untuk berdialog dengan mahasiswa.

"Kami akan aktif datang (ke universitas). Kami akan jelaskan apa yang disampaikan pemerintah," ujar Nasir.

 

3 dari 5 halaman

Menduga Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Kemenristekdikti Promosikan Inovasi Teknologi Karya Anak Bangsa
Menristekdikti Mohamad Nasir memberi paparan saat jumpa pers jelang pameran Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E), di Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pameran I3E mengusung tema “Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Nasir menyebut, sebagian mahasiswa yang ikut demontstrasi menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP tak memahami substansi persoalan. Hal ini diketahui Nasir saat bertanya langsung kepada mahasiswa demo.

"Pada saat itu ada yang enggak tau apa yang didemokan, enggak tau, tapi hanya ingin ini dibatalkan. Apa yang dibatalkan, isinya, substansinya tidak tahu secara detail," ujar Nasir.

Dia pun menduga demonstrasi mahasiswa tersebut telah ditunggangi, sebab mereka tak paham substansi persoalan yang dituntut. Nasir mengaku selalu memantau pergerakan mahasiswa, bahkan sebelum aksi tersebut dimulai.

"Saya perhatikan betul, saya monitoring sejak sebelum persiapan pada saat ini. Karena saya juga datang pada mahasiswa apa sih yang kamu demokan, saya tanya, (dijawab) 'enggak tau, ikut-ikutan'. Lah, ini ada yang menggerakkan ini," kata Nasir.

Saat ditanya siapa pihak yang menungangi aksi ini, Nasir mengaku tidak mengetahuinya. Namun, dia meminta agar tak ada lagi mahasiswa yang turun ke jalan menggelar aksi demo.

"Jadi jangan sampai menggerakkan yang membuat kekacauan, enggak boleh," ucap dia.

 

4 dari 5 halaman

Keluarkan Ancaman bagi Rektor

kampus
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir di Kampus Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (24/1/2019). (Liputan6.com/Andri Arnold)

Nasir juga meminta para rektor universitas untuk mengimbau mahasiswanya agar tak menggelar unjuk rasa. Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas diketahui beberapa hari terakhir menggelar unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RUU KHUP.

"Imbauan saya, para rektor tolong mahasiswa diberitahu jangan sampai turun ke jalan. Nanti kami ajak dialog," ujar Nasir.

Nasir menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada rektor yang ikut menggerakkan mahasiswa turun ke jalan. Sementara itu, bagi dosen yang mengizinkan mahasiswa ikut demo akan dikenakan sanksi oleh rektor.

"Nanti akan kami lihat sanksinya ini. Gerakannya seperti apa dia. Kalau dia mengerahkan sanksinya keras. Sanksi keras ada dua, bisa SP1 dan SP2. Kalau sampai menyebabkan kerugian pada negara dan sebagainya ini bisa tindakan hukum," jelasnya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu meminta agar para dosen mengajak mahasiswa berdialog dengan baik. Nasir khawatir aksi demo mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan lain.

"Ini yang jangan sampai terjadi pada mahasiswa yang saya anggap insan akademik, intelektual. Harapan saya dialog-lah yang bisa menyelesaikan masalah," jelas dia.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓