Aliansi BEM se-Indonesia Tolak Bertemu Jokowi di Istana

Oleh Lizsa Egeham pada 27 Sep 2019, 08:42 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 08:42 WIB
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Demo Mahasiswa di Depan DPR

Liputan6.com, Jakarta - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menolak bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/9/2019). BEM SI ingin pertemuan dengan Jokowi dilakukan terbuka agar bisa disaksikan oleh masyarakat.

"Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," ujar Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Muhammad Nurdiyansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (26/9/2019).

Menurut dia, yang diinginkan mahasiswa saat ini bukanlah sebuah pertemuan negosiasi. Nurdiansyah menegaskan bahwa mahasiswa ingin Jokowi bersikap tegas terhadap sejumlah tuntutan, salah satunya perppu KPK dan menolak RKUHP.

"Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan," kata dia.

2 dari 3 halaman

Catatan Besar

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK dan RKUHP. Jokowi mengatakan suara-suara mahasiswa yang menyatakan protes terhadap dua RUU ini merupakan bentuk dari demokrasi di Indonesia.

"Masukan-masukan yang disampaikan dalam demonstrasi menjadi catatan besar dalam rangka memperbaiki yang kurang di negara kita," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Namun, dia berpesan agar aksi demo tersebut tak merusak fasilitas publik. Jokowi tak mau bicara banyak terkait aksi demo mahasiswa, Selasa kemarin. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku akan mengundang para mahasiswa, Jumat 27 September 2019.

"Besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa. Utamanya BEM," ucap Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓