Pemerintah Masih Kaji Jumlah ASN yang Ikut Pindah ke Ibu Kota Baru

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2019, 20:34 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 20:34 WIB
Maket Ibu Kota baru (dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah masih akan melakukan kajian terkait jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan ke ibu kota baru. Terdapat 188 ribu ASN yang ada di Jakarta, namun menurut Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja tidak serta merta semuanya akan dipindahkan.

"Bukan serta merta 188 ribu ini pindah semua, kan enggak. Kita kan nanti ada beberapa kriteria yang akan kita susun," ujar Setiawan usai rapat bersama Pansus Pemindahan Ibu Kota di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Setiawan menjelaskan, ASN yang akan dipindahkan menyesuaikan dengan desain ibu kota baru. Ditambah, akan ada 30.372 PNS pensiun pada 2024.

ASN yang akan dipindahkan juga bakal bertahap. Tergantung bagaimana model ibu kota baru.

"Makanya kita dengan Bappenas ini sedang menghitung, desainnya ibu kota ini kan model seperti apa, nanti perkantorannya platform nya seperti apa, semua e-government segala macam, kan orang-orangnya pasti dipilih potensinya yang dekat-dekat sana," kata Setiawan.

Tak hanya ASN, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga akan memindahkan markas besarnya jika ibu kota pindah ke Kalimantan Utara. Wacananya, markas baru TNI akan berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, atau 117 Km dari lokasi ibu kota baru.

"instansi militer termasuk rencana pemindahan Mabes TNI beserta jajarannya berada di wilayah Kutai Kertanegara. Rencanannya kita 117 KM dari wilayah ibu kota nantinya," jelas Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto di lokasi yang sama.

2 dari 3 halaman

Tidak Semuanya Pindah

Pemindahan markas TNI tidak lepas dari potensi ancaman militer dan non militer dari dalam atau luar negeri. Joni mengatakan, ibu kota negara baru akan berhadapan dengan batas darat negara Malaysia dengan jarak 6.202 Km. Serta berbatasan dengan Malaysia di laut. Kemudian di udara dekat dengan Filipina dan Singapura.

"Kemudian kekuatan militer negara tetangga, Malaysia kemudian Australia, Brunei, Singapura, Filipina, China dan US," ujar Joni.

Dia berkata, pemindahan mabes TNI sudah dilaksanakan. Seperti pembentukan garis tetap ibu kota. Mabes TNI tidak memindahkan semua anggotanya ke ibu kota baru. Jumlah personil Mabes yang dipindahkan ke ibu kota baru sekitar 5.737.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓