Beredar Hoaks Mahasiswa Meninggal Saat Demo di DPR, Ini Faktanya

Oleh Ady Anugrahadi pada 25 Sep 2019, 11:48 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 11:48 WIB
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Demo Mahasiswa di Depan DPR
Perbesar
Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat demonstrasi menolak pengesahan RUU KUHP dan revisi UU KPK di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Mahasiswa lari tunggang langgang setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Beredar kabar adanya mahasiswa yang meninggal karena mengikuti demo di depan Gedung DPR pada Selasa 24 September 2019. Kabar itu pun tidak benar.

Mahasiswa tersebut adalah Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia. Dia ditemukan kritis, Selasa malam 24 September 2019. Kondisinya kini stabil setelah menjalani operasi dan perawatan.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Yusuf Hidayat menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu Faisal sedang mencari teman-teman yang ketinggalan rombongan.

Tapi, malah kawan-kawannya yang menemukan Faisal di dekat lokasi proyek pembangunan, Senayan Jakarta Pusat. Kondisinya penuh luka.

"Iya benar. Faisal merupakan mahasiswa Fakultas Hukum semester tujuh. Jadi menurut keterangan mahasiswa, Faisal ditemukan di lokasi proyek di antara DPR dan Flyover di bassement. Keadaannya kritis, ada luka di bagian kepala," kata Yusuf saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (25/9/2019).

Saat ini, Faisal masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Pelni. Faisal pun harus menjalani serangkaian operasi. Meski kondisinya sudah stabil.

"Semalam setengah 2 dioperasi. Alhamdulilah masa kritisnya sudah lewat. Tadi pagi juga operasi bahunya. Sekarang lagi istirahat," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyampaikan, dari aksi demonstrasi di DPR pada Selasa 24 September 2019 kemarin, 254 mahasiswa menjalani rawat jalan dan 11 lainnya menjalani rawat inap di rumah sakit. Kapolda mengatakan mereka yang dirawat ini bermula karena semburan gas air mata.

"Ada adik-adik mahasiswa yang terkena gas air mata. Kemudian karena dorongan, mereka lari dan sebagainya. Nanti kita dalami penyebabnya apa, sehingga kita sudah mendata ada sebanyak 254 yang dirawat jalan di beberapa rumah sakit dan dirawat inap 11 orang dan ini kita akan masih didalami oleh dokter kenapa yang bersangkutan (dirawat). Nanti Pak Kabid Dokkes juga akan melihat ke rumah sakit dimana adik-adik kita ini dirawat," kata dia dalam jumpa pers di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Gatot Eddy mengatakan, tak ada korban jiwa dalam aksi demonstrasi tersebut. Sementara itu dia juga menyebutkan ada 39 anggota kepolisian yang terluka.

"Petugas polisi lebih kurang sebanyak 39 orang yang mengalami ada yang terkena batu lemparan, ada juga yang tangannya patah dan sebagainya dan sekarang dirawat inap," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓