Semarak Jazz Gunung Ijen yang Simbolkan Kebebasan Berekspresi

Oleh stella maris pada 24 Sep 2019, 15:04 WIB
Diperbarui 24 Sep 2019, 15:04 WIB
Jazz Gunung
Perbesar
Jazz Gunung Ijen digelar di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi.

Liputan6.com, Jakarta Ratusan patung terakota penari gandrung tersebar di kawasan persawahan yang mendukung, pemandangan acara Jazz Gunung Ijen. Acara yang digelar pada 21 September 2019 di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi itu diramaikan oleh musisi kenamaan Tanah Air, seperti Tompi, Yura Yunita. 

Di atas ketinggian 600 mdpl, Jazz Gunung Ijen, kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Jazz merupakan rangkaian festival musik jazz yang rutin digelar Banyuwangi. Kegiatan itu turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

"Banyuwangi mempunyai destinasi wisata yang lengkap, ada pantai, hutan dan gunung. Semuanya ada. Jazz Pantai sudah kami gelar Agustus lalu dan sekarang saatnya Jazz gunung Ijen yang melengkapi atraksi wisata di kawasan pegunungan kami. Musisi jazz nasional seperti Tompi dan Yura Yunita siap menghibur para penikmat jazz. Dan tak lupa Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project juga akan tampil," kata Bupati Anas.

Jazz Gunung Ijen akan menjadi salah satu pagelaran musik yang spesial, mengingat kapasitas pengunjung hanya 800 orang membuat suasana acara ini menjadi lebih intim dan hangat akan interaksi antara penampil dengan penonton yang hadir. Terlebih lagi, Jazz Gunung Ijen juga menjadi bagian kalender wisata Majestic Banyuwangi Festival 2019.

Pengelola Jiwa Jawa Ijen, Bagas Pramono, mengatakan jazz gunung hadir dengan energi yang sama "Jazz Bersaksi untuk Ibu Pertiwi. Jazz Gunung Ijen melanjutkan pesan bahwa musik jazz sebagai sebuah simbol kebebasan berekspresi, menyuarakan perlawanan, hingga semangat perubahan, ialah sedikit dari banyaknya makna jazz dikehidupan kita.

"Menariknya, jazz juga hadir sebagai harmonisasi dari segala perbedaan yang ada," kata Bagas.

Jazz Gunung
Perbesar
Jazz Gunung Ijen digelar di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi.

Pada tahun ini, lanjut Bagas, Jazz Gunung Ijen turut dimeriahkan oleh musisi-musisi idola tanah air, di antaranya adalah Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project feat. Endah Laras & Ricad Hutapea menampilkan repertoar lagu-lagu Didi Kempot, Tompi yang siap membawakan tembang-tembang populernya.

"Juga ada Yura Yunita seorang penyanyi muda berbakat yang baru saja merilis album keduanya bertajuk Merakit, Parkdrive band acid-jazz, soul, funk, rnb yang baru saja kembali bersama album terbarunya setelah satu dekade hiatus dari dunia permusikan, dan MLD Jazz Project Season 4," ujarnya.

Dan tak lupa, Bintang Mencari Bintang yang merupakan proyek pemain bass Bintang Indrianto dalam mencari talenta-talenta anyar dari muda-mudi Banyuwangi untuk tampil di jazz Gunung Ijen 2019.

"Gagasan proyek Bintang Mencari Bintang dicetuskan oleh Bapak Sigit Pramono sebagai rangkaian pra-acara Road to Jazz Gunung Ijen 2019, dengan tujuan agar menghasilkan regenerasi musisi jazz lokal sehingga tercipta ekosistem yang baik bagi kancah musik jazz tanah air," ujar Bintang Indrianto.

Selain pertunjukan musik, di Taman Terakota Gandrung pengunjung juga dapat menikmati santap makanan dari beberapa gerai yang tersedia di area Jiwa Jawa Resort Ijen, di antaranya Roemah Tjoklat, Java Banana Ijen, Warung Sabin, dan tenant-tenant makanan lainnya.

Amfiteater Taman Gandrung Terakota telah menjadi situs wisata budaya yang wajib dikunjungi apabila berkunjung ke kawasan kaki gunung Ijen. Mengingat telah hadirnya pagelaran sendratari Meras Gandrung yang merupakan budaya tari asli Banyuwangi yang secara rutin terselenggara di tiap bulannya berkat komitmen bersama antara pihak swasta, seniman lokal, dan Pemkab Banyuwangi untuk ikhtiar melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Banyuwangi.

 

(*)