Sosialisasi Empat Pilar MPR, Pesantren Jadi Tempat Bangun Karakter

Oleh stella maris pada 24 Sep 2019, 10:26 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

 

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak para santri dari Ponpes Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) untuk bersyukur karena mendapat kesempatan belajar di pondok. Saat ini, kata Zulkifli, banyak anak usia sekolah yang tak memiliki kesempatan belajar, di lembaga-lembaga pendidikan. Mereka terpaksa belajar di tempat yang kurang memadai, lantaran tidak memiliki laternatif yang lain.

"Maka syukurilah kesempatan belajar di AFKN, lembaga pendidikan yang baik, dengan guru-guru yang baik pula. Carilah ilmu sebanyak mungkin dan usahakan hafal Al Quran," kata Zulkifli saat Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan para santri dan ustad-ustadzah Ponpes AFKN.

Acara yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senin (23/9) itu, dihadiri oleh Presiden Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara MZ. Fadzlan Rabbani Garamatan. Juga Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR Siti Fauziah.

Dibanding sekolah umum, kata Zulhasan belajar di pesantren memiliki dua kelebihan. Selain mendapat pelajaran umum, santri di pondok juga memperoleh pelajaran agama. Dengan kata lain, disamping pelajaran umum, para santri juga mendapat pelajaran karakter.

"Ilmu bisa mengantar orang meraih sukses. Tetapi, ilmu dan kepribadian yang tangguh akan menghasilkan manusia tangguh dan unggul. Itulah kelebihannya pendidikan di pondok pesantren, seperti di ponpes Al Fatih Kaaffah Nusantara," kata Zulkifli menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah antara lain mengatakan, UUD 1945 sudah mengalami empat tahap perubahan, selama kurun 1999-2002. "Banyak perubahan dalam pasal UUD NRI Tahun 1945, tetapi tidak merubah pembukaan, bentuk Negara NKRI dan mempertegas sistem presidensial," kata Siti Fauziah menambahkan,

Ponpes AFKN merupakan Lembaga Sosial, da'wah, dan pembinaan SDM kawasan Timur Indonesia, yang beralamat di Kampung Bunut, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Sebagian besar santri yang belajar di tempat ini berasal dari Provinsi Papua. Jumlah santri asal Papua yang belajar di tempat ini mencapai 80 persen dari seluruh siswa yang belajar di sana. AFKN sendiri menyediakan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak, SD, SLTP, SLTA dan perguruan Tinggi.

 

(*)