Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah di Palembang Diliburkan

Oleh Devira Prastiwi pada 23 Sep 2019, 17:17 WIB
Diperbarui 23 Sep 2019, 16:23 WIB

Liputan6.com, Palembang - Hari masih pagi, para siswa pun belum lama tiba di sekolah. Namun sekolah langsung meminta murid-murid untuk segera pulang karena sekolah diliburkan. Instruksi dari dinas pendidikan ini berlaku untuk seluruh SD dan SMP di Kota Palembang.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (23/9/2019), alasannya, kondisi asap di Palembang yang bisa membahayakan kesehatan anak didik.

"Sekolah dapat instruksi dari Dinas Kota, nah itu liburnya mulai hari ini sampai tiga hari ke depan. Jadi hari ini, Senin, Selasa, Rabu, hari Kamis baru masuk lagi. Itu pun lihat keadaan berikutnya, kalau misalnya kabutnya masih tebal, mungkin bisa diperpanjang," ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Hamdah.

Bencana kabut asap di Pekanbaru, Riau kian memprihatinkan. Satu bulan sudah kabut asap berlangsung. Bukannya mereda, kabut asap makin pekat.

Bahkan, tingkat pencemaran udara sudah pada level berbahaya. Warga pun kian resah terhadap ancaman penyakit akibat kabut asap.

Di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin dini hari sempat diguyur hujan selama beberapa jam. Namun demikian kabut asap tidak berkurang. Indeks standar pencemaran udara (ISPU) masih menyatakan kualitas udara tidak sehat.

Meski kabut asap masih menyelimuti kawasan ini, sejumlah warga masih berolahraga dan bekerja. Namun warga mulai mengeluhkan batuk disertai mata perih saat beraktivitas di luar rumah.

Hingga hari ini, Mabes Polri telah menetapkan 296 orang sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan. Selain itu, ada pula 9 perusahaan yang disangka membakar lahan. (Rio Audhitama Sihombing)