Umumkan Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Minta Maaf ke Jokowi-JK

Oleh Liputan6.com pada 19 Sep 2019, 16:18 WIB
Diperbarui 19 Sep 2019, 16:18 WIB
Menpora Imam Nahrawi, diwawancara wartawan. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Perbesar
Menpora Imam Nahrawi, diwawancara wartawan saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1). Dirinya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekjen KONI, Ending Hamidy, terkait suap dana hibah dari Kemenpora ke KONI. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan pengunduran dirinya sebagai menteri karena telah menjadi tersangka kasus suap dana hibah KONI. Dalam pernyataannya, Imam menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

"Dengan ucapan terimakasih, terimakasih dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada presiden Bapak Jokowi dan bapak Wapres Jusuf Kalla," ujar Imam dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Imam juga menyampaikan permintaan maafnya kepada Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu juga kepada Ketum PBNU Said Aqil dan jajaran Kemenpora.

"Sekaligus permohonan maaf saya kepada beliau bapak presiden, bapak wakil presiden, Ketum PKB, Ketum PBNU dan seluruh rakyat Indoneisa. Sekaligus saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat-sahabat dan kolega saya di Kemenpora. Mulai dari sekuriti, eselon I," kata Imam Nahrawi

2 dari 3 halaman

Ikuti Proses Hukum

Menpora Imam Nahrawi Mainkan Raket Jelang Rapat Perpisahan
Perbesar
Menpora Imam Nahrawi jelang menghadiri acara perpisahan dengan pejabat Kemenpora di Jakarta, Kamis (19/9/2019). Sebelumnya KPK menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Imam Nahrawi menyampaikan dirinya sudah mundur dari Menpora. Dia juga berharap agar bisa menghadapi kasusnya.

"Bahwa mulai hari ini Kamis 19 September 2019 saya Imam Nahrawi sudah menyampaikan surat pengunduran diri ke hadapan bapak Presiden Jokowi sebagai menpora RI periode 2014-2019 dengan harapan saya harus fokus menghadapi dugaan tuduhan KPK," kata Imam.

"Sudah barang tentu saya harus mengikuti proses hukum yang ada sebaik mungkin," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓