Menhan Ryamizard: Konflik Papua Selesaikan dengan Hati Bersih dan Sabar

Oleh Devira Prastiwi pada 19 Sep 2019, 12:31 WIB

Liputan6.com, Papua - Papua adalah bagian integral dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberadaan Papua tidak bisa diperdebatkan lagi.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (19/9/2019), di Kampung Babrongko, Distrik Ebungfaw, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa dan tidak tergoda oleh hasutan perang modern yang berupaya membelokkan pemahaman ideologi pancasila.

Berbagai persoalan di Papua butuh pendekatan dengan hati.

"Pertama kali kita harus pakai hati ya, enggak bisa kita menyelesaikan sembarangan, apalagi dalam keadaan marah, benci, dan dendam, ga bagus, ga akan bisa. Kita dengan hati bersih, kita satu-satu harus sabar, insya Allah itu bisa karena itu dorongan dari Tuhan. Saya yakin masalah kalau kita jalan dengan benar bisa diselesaikan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Di dalam surat-surat Alquran ada, Injil juga ada, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, di situ ditulis," ujar Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

"Kalau menurut saya, kalau riak-riak seperti ini tadi Pak Jenderal (Ryamizard) sudah sampaikan, harus kita mendekati dengan hati yang jernih dan pasti mereka akan bisa menyadari. Karena riak-riak itu saya pikir hanya segelintir. Kalau ekonomi, peningkatan kesehatan, dan pendidikan keluarga mereka dipenuhi itu, saya pikir tidak ada riak-riak itu" kata kepala suku tertinggi Sentani Ramses Wally.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertahanan juga diangkat menjadi anak adat Papua dengan pengalungan kalung batu dan mahkota burung.