Jokowi: Belum Apa-apa Sudah Disebut Antek Asing

Oleh Lizsa Egeham pada 18 Sep 2019, 13:15 WIB
Presiden Jokowi Beri Keterangan Terkait Revisi UU KPK

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi meminta agar masyarakat Indoneesia terbuka untuk bekerja sama dengan orang asing. Sebab, kata dia, saat ini pemerintah sedang mempercepat kemajuan Indonesia.

"Termasuk makin mampu mengelola orang asing yang ingin bekerja sama dengan kita, dengan catatan menguntungkan bangsa kita," kata Jokowi saat menghadiri acara Forum Titik Temu di Hotel Double Tree Hilton Hotel Cikini Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

"Jangan belum-belum sudah antek asing, antek aseng, itu namanya emosi keagamaan," sambungnya.

Jokowi mengatakan bahwa negara yang maju selalu menjunjung tinggi toleransi dan keterbukaan. Menurutnya, sebuah negara akan berhasil apabila bisa menerima kemajemukan.

Terlebih, saat ini lalu lintas manusia antardaerah dan antarnegara meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Mereka bergerak dengan berbagai alasan seperti, berwisata, berbisnis atau bahkan untuk menetap.

"Saya yakin masyarakat dan juga masyarakat dunia ke depan akan semakin majemuk, semakin majemuk dalam suku maupun etnis, semakin majemuk dalam adat dan budaya, dan semakin majemuk pula dalam agama," jelas dia.

2 of 3

Kemajemukan Buat Berinovasi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan bahwa kemajemukan akan membuat bangsa semakin berinovasi. Untuk itu, masyarakat Indonesia diharapkan dapa terbuka atas kehadiran orang asing.

Hal ini diyakini Jokowi dapat mengundang wisawatan hingga investor untuk menanamkan modal sehingga mendongkrak ekonomi Indonesia.

"Semakin sebuah masyarakat bisa menerima kemajemukan maka akan semakin diminati, akan semakin dikunjungi, akan semakin didatangani. Dan akhirnya semakin mampu mendongkrak kesejahteraan di daerah atau negara itu," tutur Jokowi.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by