Kasus Aksi Polisi Nyangkut di Kap Mobil Berakhir Damai

Oleh Devira Prastiwi pada 18 Sep 2019, 14:41 WIB

Fokus, Jakarta - Tavipuddin, pengemudi yang menabrak Bripka Eka Setiawan, anggota satlantas Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menghentikan mobilnya saat operasi penertiban meminta maaf atas perbutannya.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (18/9/2019), permintaan maaf ditujukan kepada Bripka Eka secara pribadi, pihak kepolisian, maupun masyarakat luas. Tavipuddin mengaku menyesali perbuatannya dan berharap hal serupa tak terjadi lagi.

Permintaan maaf dilakukan setelah dilakukan mediasi antara penabrak dengan Bripka Eka Setiawan di Mapolda Metro Jaya.

"Saya minta maaf kepada masyarakat dan juga institusi Polri, baik Kapolres, Kapolsek, Kapolda bahkan Kapolri, saya meminta kepada masyarakat untuk tidak meniru apa yang saya perbuat. Apa yang saya lakukan ini adalah salah, saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya, yang sebesar-besarnya," kata pengemudi yang menabrak Bripka Eka Setiawan, Tavipuddin.

Bripka Eka Setiawan pun menerima permintaan maaf Tavipuddin dan mencabut gugatan terhadapnya.

"Dengan hati yang ikhlas dan rida saya akan memaafkan dan mencabut laporan yang saya buat. Semoga semua ini ada hikmahnya," ujar anggota Satlantas Polsek Pasar Minggu Bripka Eka Setiawan.

Senin lalu, 16 September 2019 seperti yang viral di media sosial, Bripka Eka Setiawan nekat menahan laju sebuah minibus dengan telungkup di atas kap mobil tersebut di kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini bermula ketika petugas gabungan menggelar operasi penertiban parkir liar di kawasan Pasar Minggu, Senin lalu. Saat itu petugas bermaksud menindak minibus ini lantaran melanggar aturan parkir di trotoar.

Namun, pengemudi Tavipuddin menolaknya dan memilih tancap gas dan berusaha menabrak Bripka Eka. Bripka Eka Setiawan kemudian menahan laju kendaraan dengan bertahan di kap kendaraan.

Karena membahayakan keselamatan jiwa, polisi kemudian memeriksa Tavipuddin yang belakangan SIM-nya sudah kedaluwarsa.