Kreatif, Malang Flower Carnival 2019 Pakai Masterial Daur Ulang

Oleh stella maris pada 16 Sep 2019, 10:20 WIB
Malang Flower Carnival

 

Liputan6.com, Jakarta Padma Nusa menjadi bingkai dalam acara Malang Flower Carnival 2019, pada Minggu (15/9), pukul 13.30 WIB. Acara yang digelar megah itu mengedepankan isu go green sebagai pilar karya kreatif kostum warna-warni bunga.

Karya tersebut akan memakai jalanan utama Kota Malang sepanjang 800 Meter sebagai catwalk-nya di Jalan Ijen, Kota Malang, Jawa Timur. Kostum bertemakan bunga dirilis Malang Flower Carnival di 

Openingnya sangat spesial dengan tarian kreasi tradisional hingga kolosal kontemporer. Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty mengungkapkan, event lekat dengan isu ramah lingkungan.

"Malang Flower Carnival 2019 sangat menginspirasi. Semuanya pasti indah dengan tema bunga yang ditampilkan. Mereka tetap mengedepankan semangat go green. Hal itu terlihat dari bahan baku kostum yang digunakan. Mereka memanfaatkan limbah untuk membuat karya kreatif luar biasa. Nilai karya yang dihasilkan juga sangat tinggi," ungkap Esthy.

Ramah terhadap lingkungan, ada banyak kostum yang dibangun dari material daur ulang. Bahan baku ini berupa kain dan kertas. Meski menggunakan material daur ulang dan limbah, namun karya yang dihasilkannya sangat eksotis. Kostum yang ditampilkan megah dengan mengeksplorasi kearifan lokal Kota Malang.

Esthy menambahkan, Malang makin indah karena tekanan lingkungannya diminimalisir. "Daur ulang limbah tentu sangat bagus bagi lingkungan. Kota Malang makin sehat dan indah. Ditambah keramahan masyarakatnya, Malang ini sangat nyaman bagi wisatawan. Apalagi, di sini banyak destinasi luar biasa. Malang Flower Carnival 2019 ini pun menjadi media branding terbaik. Citra Malang semakin positif," lanjut Esthy lagi.

Menguatkan branding bagi Beautiful Malang, tema besar Padma Nusa ditampilkan Malang Flower Carnival 2019. Event tersebut pun menegaskan Malang sebagai Kota Bunga sekaligus Fashion.

Sebab, ada banyak elemen masyarakat yang terlibat di dalamnya. Kadisbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, event menjadi panggung ekspresi para kreator di Kota Malang.

"Malang Flower Carnival 2019 melibatkan masyarakat secara aktif. Kostum atau busana bertema bunga yang ditampilkan adalah karya-karya mereka. Event ini tentu menjadi panggung unjuk kreativitas bagi mereka. Lebih penting, Malang ikut serta mensukseskan program pariwisata Nasional," kata Ida Ayu.

Memamerkan beragam kostum dengan latar bunga, Malang Flower Carnival 2019 memiliki dua konten besar. Selain karnaval, ada juga Pemilihan dan Fashion Show Putra-Putri Berbusana Bunga.

Pengumuman para pemenang akan direlease Senin (16/9) melalui media massa. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menerangkan, event menarik kunjungan besar wisatawan.

"Malang Flower Carnival merupakan event besar. Agenda ini selalu dinantikan oleh publik. Konten yang ditampilkan unik dan menarik. Ada banyak experience yang didapatkan wisatawan dari Malang Flower Carnival. Konsep ramah lingkungan menjadi kampanye menginspirasi, apalagi situasi iklim global tidak menentu," terang Rizki.

Digelar untuk kali ke-10, Malang Flower Carnival pun menawarkan konsep defile. Parade diawali oleh marching band. Lalu, ada beragam kostum indah yang ditampilkan Kakang-Mbakyu dan Duta Budaya.

Ditampilkan juga konsep Cosplay hingga Kostum Karakter. Ada juga Malang Flower Carnival Kategori A (Kids), Kategori B, juga Umum.

"Event ini digelar kolosal dan sangat megah. Tema dan karya yang ditampilkan menginspirasi. Apapun, termasuk limbah, hakikatnya bisa diubah jadi karya kreatif dengan nilai tinggi. Malang Flower Carnival sudah membuktikannya. Event ini bahkan memberi value besar ekonomi dari transaksi wisatawan. Jadi, enjoy Malang," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.maa

 

 

(*)