Sosok BJ Habibie di Mata Wapres Jusuf Kalla

Oleh Liputan6.com pada 12 Sep 2019, 11:22 WIB
JK

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang sosok BJ Habibie sebagai orang yang sangat baik dan menghabiskan waktu untuk membangun bangsa dengan teknologi serta demokrasi. Presiden ke-3 Republik Indonesia itu wafat di RS Gatot Subroto, Rabu 11 September 2019.

"Karena beliau telah menghabiskan waktunya untuk membangun bangsa ini dalam dua hal yang sangat penting. Teknologi dan juga demokrasi bangsa ini," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Kamis (12/9/2019).

JK mengatakan tidak mudah seorang tokoh dapat menyatukan antara teknologi dan negarawan. BJ Habibie, kata dia, adalah sosok yang senang memberikan ilmu kepada generasi muda.

"Tidak mudah menyatukan hal itu tidak banyak. Bung Karno juga seorang insinyur tadi lebih kepada politik. Kalau beliau lebih kepada implementasi teknologi, terus pemerintahan," ungkap JK soal BJ Habibie.

 

2 of 3

Suka Berbagi Ide

20150902-Reza Rahadian Rayakan Satu Dekade Berkarier di Dunia Film-Jakarta
Mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie usai menghadiri perayaan 10 tahun Reza Rahazian berkarya di dunia film di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2015). Acara tersebut bertajuk 10 Years Personal Journey of Reza Rahadian. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Sosok Habibie yang lahir di Parepare selalu teringat oleh JK. Memiliki ide yang membantu pemerintahan dan senang memberikan penjelaskan kepada generasi muda.

"Sejak awal saya mengenal beliau karena mengenal ide-ide beliau yang dulu banyak hal termasuk , dia sangat senang untuk memberikan penjelaskan kepada generasi muda, IPTEK," kata JK.

Sebelumnya Wapres JK sempat menjenguk Habibie kemarin. Habibie berpulang dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Mantan menteri riset dan teknologi ini meninggal dalam usia 83 tahun karena sakit.

Di kabarkan sebelumnya, Habibie menjalani perawatan intensif oleh tim dokter kepresidenan di RSPAD sejak 2 September 2019. Kondisi pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini sempat membaik pada Selasa (10/9).

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓