Faisal Abdullah: Entrepreneur Bukan Pelarian, Kalian Harus Bangga jadi Pengusaha Muda

Oleh Liputan6.com pada 11 Sep 2019, 11:18 WIB
Diperbarui 11 Sep 2019, 11:18 WIB
Faisal Abdullah: Entrepreneur Bukan Pelarian, Kalian Harus Bangga jadi Pengusaha Muda
Perbesar
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah memberi semangat kepada para 30 entrepreneur muda untuk bangga terhadap karier usaha yang mereka rintis.

Liputan6.com, Jakarta Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah memberi semangat kepada para 30 entrepreneur muda untuk bangga terhadap karier usaha yang mereka rintis. Semangat itu disampaikan Faisal saat membuka acara Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula (TMP) di Makassar, Selasa (10/9) pagi.

"Menjadi entrepreneur tidak selalu soal pelarian. Kalian harus bangga menjadi pengusaha. Yang membuat kalian berhasil adalah Anda sendiri. Jika kalian saja tidak menghargai apa yang kalian lakukan, bagaimana orang lain akan menghargai usaha kalian," tutur Faisal.

Dalam kesempatan yang sama pula, Faisal memberi kiat-kiat menjadi pengusaha yang sukses. Seperti menjalin komunikasi yang baik, mengurus hak paten dan kelayakan usaha, berani rugi, serta evaluasi diri.

Sementara Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda, Hamka Hendra Noer, menyampaikan kegiatan ini akan menghasilkan 8 (delapan) peserta terpilih. Tiga peserta terbaik akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp15,000,000/orang dari Asisten Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda, sedangkan lima peserta terpilih lainnya akan mendapatkan penghargaan/hadiah uang tunai sebesar Rp10,000,000/orang dari Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda.

Perlu diketahui, kegiatan TMP merupakan ajang penjaringan dan pembinaan teknopreneur muda yang memiliki keunggulan IPTEK dalam menjalankan usahanya. Adapun bidang usaha yang diprioritaskan dalam kegiatan ini adalah usaha di bidang periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion (mode), film, video, dan fotografi, perrnainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, teknologi informasi.

 

(*)