JK hingga Megawati Hadiri Pengukuhan Guru Besar Yasonna Laoly

Oleh Delvira Hutabarat pada 11 Sep 2019, 09:35 WIB
Diperbarui 11 Sep 2019, 10:17 WIB
Yasonna Hamonangan Laoly dikukuhkan sebagai guru besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga jajaran menteri menghadiri pengukuhan gelar guru besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Yasonna Hamonangan Laoly.

Pengukuhan guru besar Yasonna dilaksanakan di Gedung STIK, Tirtayasa, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019). Acara dibuka dengan upacara pedang pora.

Kapolri Irjen Tito Karnavian hadir sebagai perwakilan senat STIK. "Saya akan memimpin rapat senat terbuka," kata Tito.

Dalam rapat terbuka itu, perwakilan Mentistekdikti menyampaikan keputusan Menristekdikti. "Terhitung 1 Juni 2019 mengangkat Yasonna H Laoly, diangkat dalam jabatan professor dosen tidak tetap dalam bidang kriminologi," ujar Tito.

Dalam orasi ilmiahnya, Yasonna menyampaikan isu cyber bully dan dampaknya bagi demokrasi. Menurut dia, di Indonesia, cyber bully belum banyak dibahas.

“Teknologi dalam masyarakat kerap disalahgunakan. Fenomena cuber bully contoh kongkrit bagaimana teknologi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dunia maya menjadi surga baru bagi pelaku cyber bully,” kata Yasonna.

2 of 2

Minta Penegak Hukum

Yasonna Hamonangan Laoly dikukuhkan sebagai guru besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)
Yasonna Hamonangan Laoly dikukuhkan sebagai guru besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Dia pun meminta penegak hukum dan masyarakat memperhatikan dan menindak pelaku cyber bully.

"Cyber bullying membuat pemilu kita panas, internet sebagai pisau bermata dua, tergantung smartphone dan internet itu berada. Dibutuhkan sikap hati-hati dalam berinternet," tambah dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by