Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat

Oleh Liputan6.com pada 11 Sep 2019, 08:15 WIB
Jenazah

Liputan6.com, Jakarta - Damiri (39) adik Asih (45) mengaku tak percaya kakak pertamanya menjadi korban pembunuhan. Terlebih motif pembunuhan itu diduga sebagai tumbal pesugihan.

Asih dibunuh oleh teman lama kerjanya yakni OV (40) yang dibantu rekannya (40). JAsadnya ditemukan di semak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, 24 Agustus lalu.

"Keluarga enggak percaya aja kalau Asih meninggal karena dijadiin tumbal pesugihan sama temennya," kata Damiri saat berbincang dengan Merdeka.com di kediamannya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 10 September 2019. 

Damiri menjelaskan, kondisi jasad Asih saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh. Karena hanya beberapa bagian saja yang tersisa saat keluarga melihat jasadnya.

"Kondisi Asih ya enggak utuh mas, tinggal sisa kaya tengkorak kepala aja itu," ungkap Damiri.

Hal senada juga disampaikan oleh sang ibu, Masem (63). Dia dapat mengenali jasad korban dari perhiasan yang dipakai oleh Asih dan dari bagian tangan pada Asih.

"Saya ngenalin itu Asih dari antingnya, sama dari tangannya dia (Asih). Soalnya itu cuma gigi aja yang sisa," ujarnya.

2 of 3

Pengakuan Teman Korban Pesugihan

20151120-Ilustrasi-Jenazah-iStockphoto
Ilustrasi Jenazah (iStockphoto)

Masem pun bercerita, beberapa hari Asih meninggal dan telah dikuburkan, teman kerja Asih yang merupakan Cleaning Service (CS) yang bekerja di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami hal aneh.

"Temen kerja Asih ke sini (rumah), bilang katanya temennya itu ada yang kesurupan di lantai. Terus bilangnya 'ngapain saya dibawa ke rumah kosong'," cerita Masem.

"Temennya bilang kalau itu kaya suara Asih yang ngomong. Si Asih kan emang dibawa ke kontrakan," sambungnya.

Sementara itu, rekan kerja Asih mengaku sangat kehilangan. Sosoknya dikenal sangat supel. Karena, hampir setiap toko yang berada di Tanah Abang, kenal dengan Asih.

"Asih banyak yang kenal di tempat kerjanya (Tanah Abang). Soalnya Asih kan lemes, maksudnya cepet nyambung dan akrab sama orang. Makanya banyak dari teman kerjanya itu sampai Pasar Jaya kasih uang belasungkawa," ucapnya.

"Makanya ibu masih males buat ke Pasar (Tanah Abang), soalnya takut banyak yang nanya-nanya dan ibu masih belum kuat buat jawabnya," tutup Masem.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka 

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓