Polemik KPAI Vs PB Djarum, Merek Rokok Tak Lagi Terlihat di Arena Audisi

Oleh Maria Flora pada 11 Sep 2019, 08:16 WIB

Liputan6.com, Jakarta Terkait larangan Komisi Perlindungan Anak Indonsia (KPAI), penyelenggaran audisi umum beasiswa bulutangkis menghilangkan merek rokok di sejumlah media promo. Sementara itu, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) menyatakan akan ikut menengahi permasalahan.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (11/9/2019), ada pemandangan berbeda pada audisi umum beasiswa bulutangkis di Purwokerto, Jawa Tengah. Merek salah satu perusahaan rokok tak lagi terlihat di sejumlah media promo yang ada di arena.

Meski menjadi polemik, jumlah peserta audisi PB Djarum meningkat tiap tahun. Audisi di Purwokerto misalnya, peserta audisi meningkat menjadi 904 peserta dari berbagai provinsi. Padahal tahun lalu hanya ada 753 peserta.  

Kebanyakan peserta adalah mereka yang memang sebelumnya sudah bergabung di sejumlah klub bulutangkis di daerahnya masing-masing. Pihak PB Djarum menyebut audisi tahun ini sebagai audisi terakhir.  

Polemik antara KPAI dengan PB Djarum soal eksploitasi anak di audisi pencarian bakat bulutangkis ditanggapi Menteri PPA Yohana Yembise. Dia menyatakan siap menjembatani untuk mencari jalan keluar tanpa mengorbankan anak-anak.  

Kementerian PPA juga menegaskan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tetap melindungi hak-hak anak bila PB Djarum benar-benar menghentikan audisi bulutangkis.