SBY Harap Pidato Kontemplasinya Didengar Jokowi

Oleh Yopi Makdori pada 10 Sep 2019, 08:22 WIB
SBY Sampaikan Pidato pada Malam Kontemplasi

Liputan6.com, Jakarta - Di hari ulang tahunnya yang ke-70, Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membacakan pidato Kontemplasinya di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan pidato kontemplasi dirinya sebagai masukan.

"Saya menitipkan harapan kepada Bapak Presiden Jokowi beserta jajaran pemerintahan yang beliau pimpin, agar kiranya materi kontemplasi yang saya sampaikan, dapat melengkapi agenda, kebijakan dan langkah tindakan yang diambil oleh negara dan pemerintahan mendatang," ucap SBY di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019).

Ia juga mengakui bahwa untuk membangun suatu nilai yang baik dalam negara bukanlah pekerjaan sekali jadi. Hal itu diperlukan kepemimpinan yang berkomitmen membangun hal itu secara berkesinambungan. "Namun, semuanya harus dimulai dari sekarang," ucapnya.

Sebelumnya, dalam pidato kontemplasinya, SBY mengajukan beberapa konsep. Mulai dari konsep masyarakat yang baik, negara yang baik, ekonomi hingga politik.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu, tidak ada resep yang ajeg dalam membangun suatu masyarakat yang baik. Di setiap literatur memiliki ramuan yang berbeda-beda.

Kendati begitu, dalam masyarakat Indonesia, maka SBY menilai ada dua prasyarat, yaitu kasih sayang dan rasa persaudaraan.

Di tengah-tengah bangsa Indonesia yang majemuk ini, menurut SBY, kasih sayang adalah sebuah harga mati. "Pertama adalah kasih sayang atau love di antar kita dan bukan kebencian atau hatred," kata SBY di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019).

Sementara itu, lanjutnya, prasyarat kedua ialah membangun persaudaraan dengan sesama masyarakat. Termasuk dengan masyarakat yang berbeda identitas dengan kita. "Kedua rasa persaudaraan dan bukan membangun jarak atau permusuhan atau hostility dengan masyarakat yang berbeda," katanya.

2 of 3

Konteks Indonesia

SBY melihat beberapa tahun ini masyarakat Indonesia kehilangan kedua prasyarat tersebut. Yang ia lihat justru sebaliknya, masyrakat Indonesia membangun jarak dengan yang bukan sesama identitasnya.

"Terus terang rasa persaudaraan dan kasih sayang ini melemah. Sebaliknya rasa permusuhan mengut ini lampu kuning yang membahayakan masyarakat dan bangsa kita," ucap SBY.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait