PAN Tunjuk Putri Zulkifli Hasan Jadi Pimpinan DPRD DKI

Oleh Liputan6.com pada 10 Sep 2019, 05:38 WIB
Diperbarui 10 Sep 2019, 05:38 WIB
Partai Amanat Nasional (PAN) menunjuk Zita Anjani menjadi pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Zita adalah putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Perbesar
Partai Amanat Nasional (PAN) menunjuk Zita Anjani menjadi pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Zita adalah putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (Merdeka/Hari Ariyanti)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) menunjuk Zita Anjani menjadi pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Zita adalah putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Zita mengaku, penunjukan dirinya tak pernah direncanakan sebelumnya.

"Semua ini tidak direncanakan," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9/2019).

Zita mengungkapkan, memiliki kriteria tersendiri dalam memilih kadernya yang didudukkan dalam kursi pimpinan legislatif. Salah satunya adalah berprestasi.

"Tentu yang dipilih mereka yang berprestasi. Indikatornya ada dua. Pertama; incumbent, karena programnya berhasil maka dipilih lagi dan kedua; suara tinggi. Untuk saya sendiri mendapat suara tertinggi nomor dua di bawah Habib Muhammad," jelasnya.

Selain kriteria tersebut, PAN juga menilai perlu ada pimpinan perempuan. Tujuannya ialah untuk menyuarakan isu-isu perempuan.

Zita Anjani berlatar belakang seorang pendidik. Dengan penunjukannya sebagai Wakil Ketua DPRD, dia berjanji akan mengawal kebijakan yang pro kepada perempuan dan anak. Dia ingin memperjuangkan adanya penyediaan ruang laktasi atau menyusui di DPRD.

"Saya mengajak anak muda di DPRD untuk satu suara. Saya mewakili anak muda dan milenial. Selain itu saya sebagai guru PAUD akan perjuangkan untuk guru PAUD agar mendapat insentif. Kasihan mereka bekerja dengan beban banyak tapi tidak diperhatikan. Nanti kita khawatir kalau tidak difokuskan maka tidak akan ada yang mau menjadi guru PAUD untuk anak-anak kita," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Amanah Luar Biasa

Menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, menurutnya, suatu hal yang luar biasa. Perempuan, kata dia, harus menyuarakan dan memperjuangkan idealismenya.

"Kalau kita berhasil, kepercayaan publik akan meningkat. Ini amanah yang luar biasa dan besar buat saya. Perempuan susah duduk di posisi strategis. Jadi saya minta teman jurnalis ayo bantu saya," pungkasnya.

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓