SBY: Saat Ini Rasa Permusuhan Menguat dan Membahayakan Bangsa

Oleh Yopi Makdori pada 09 Sep 2019, 20:21 WIB
SBY Gelar Malam Kontemplasi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato di hadapan para kadernya di Puri Cikeas, Bogor.

Dalam pidatonya, Ia menyinggung mengenai masyarakat yang baik atau good soceity. Menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu, tidak ada resep yang ajeg dalam membangun suatu masyarakat yang baik. Di setiap literatur memiliki ramuan yang berbeda-beda.

Kendati begitu, jika dikontekskan dalam masyarakat Indonesia, SBY menilai ada dua prasyarat, yaitu kasih sayang dan rasa persaudaraan.

Di tengah-tengah bangsa Indonesia yang majemuk ini, menurut SBY, kasih sayang adalah sebuah harga mati.

"Pertama adalah kasih sayang atau love di antar kita dan bukan kebencian atau hated," kata SBY di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019).

Sementara itu, lanjutnya, prasyarat kedua ialah membangun persaudaraan dengan sesama masyarakat. Termasuk dengan masyarakat yang berbeda identitas dengan kita.

"Kedua rasa persaudaraan dan bukan membangun jarak atau permusuhan dengan masyarakat yang berbeda," katanya.

 

2 of 2

Permusuhan Menguat

SBY Gelar Malam Kontemplasi
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Agus Harimurti dan Edhy Baskoro menggelar doa bersama di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9/2019). Demokrat menggelar malam kontemplasi memperingati HUT ke-18 partai, hari lahir SBY dan 100 hari wafatnya Ani Yudhoyono (Liputan6.com/Faizal Fanani)

SBY melihat beberapa tahun ini masyarakat Indonesia kehilangan kedua prasyarat tersebut. Yang ia lihat justru sebaliknya, masyarakat Indonesia membangun jarak dengan yang bukan sesama identitasnya.

"Terus terang rasa persaudaraan dan kasih sayang ini melemah. Sebaliknya rasa permusuhan menguat ini lampu kuning yang membahayakan masyarakat dan bangsa kita," ucap SBY.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait