Saut Situmorang Pernah Lobi-Lobi Wakil Ketua Komisi III DPR saat Seleksi Capim KPK?

Oleh Fachrur Rozie pada 09 Sep 2019, 17:09 WIB
KPK Umumkan Empat Tersangka Baru Kasus E-KTP

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon J Mahesa mengaku Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang pernah melobinya saat seleksi calon pimpinan KPK periode lalu.

Namun, Desmond menjelaskan, lobi-lobi adalah hal yang lumrah terjadi dalam dunia politik. Lobi-lobi dalam segala hal, lanjut dia, sudah terjadi sejak lama.

"Banyak tuh, masak saya sebut orang yang lobi saya? Komisioner hari ini komisioner yang lalu semasa saya DPR, minta tolong sama saya, saya tolong-tolong saja. Kalau kurang yakin tanya Saut, ya. Saut lobi saya. Saya ajak makan, saya bayarin," kata Desmond soal capim KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Meski begitu, Desmond menegaskan, tidak ada kesepakatan antara dirinya dengan Saut. Dia mengaku, hanya menegaskan pada Saut agar menegakkan hukum di Indonesia dengan baik.

"Tapi saya tidak men-deal apa-apa, dan dia juga enggak deal. Saya cuma bilang tegakkan hukum, tanya Saut," ungkapnya.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, sebenarnya tidak ada masalah jika ada lobi-lobi dalam proses seleksi pimpinan KPK. Hasil lobi tambah Desmond juga tidak akan memiliki pengaruh yang besar.

"Banyak orang tahu. Lobi-lobi biasa, tapi kan pilihan tidak memengaruhi. Kalau terjadi lobi-lobi kan omong kosong. Orang yang melobi berarti sejak awal, bahasanya enggak enak banget orang yang sudah menjual diri gitu lho," ucapnya.

 

2 of 3

Kata Saut

Bupati Malang Rendra Kresna Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberi keterangan perkembangan kasus Bupati Malang Rendra Kresna di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10). KPK menetapkan Rendra sebagai tersangka dugaan suap dan penerimaan gratifikasi. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaedi Mahesa soal adanya lobi-lobi dari calon pimpinan (capim) KPK untuk menjabat komisioner lembaga antirasuah.

Saut mengatakan, lobi-lobi untuk menduduki jabatan adalah hal yang wajar. Pasalnya, hal itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang (UU) KPK.

"Kan yang memilih (pimpinan KPK) Komisi III, ya lobi ke anggota Komisi III. Ini lho program ane Bro Desmond," ujar Saut saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Saut menyebut, lobi-lobi menjadi pimpinan KPK sama halnya seperti kampanye. Wajar menurutnya jika dia ingin lebih dikenal oleh publik termasuk Komisi III yang menentukan lima nama pimpinan KPK. Menurut Saut, lobi yang dia lakukan ke Komisi III saat itu adalah seni melobi.

"Itu tidak dilarang UU KPK itu namanya kampanye, apalagi waktu itu kami kan belum dikenal makhluk apa kami ini, itu namanya the art of negotiations (seni negosiasi)," kata Saut.

Saut menjelaskan, dalam proses pemilihan capim KPK, nantinya melalui proses fit and proper test di Komisi III DPR. Dalam lobi-lobi itu, menurut Saut bukanlah menyiratkan hal yang negatif.

Saut mengakui pertemuannya dengan Desmond di salah satu restoran. Namun, dia tidak mengingat lokasi rumah makan tersebut. "Lobinya direstoran sambil makan siang," kata Saut.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓