Anies Baswedan Berharap Seniman Bisa Tumbuh dan Berkembang di Jakarta

Oleh Liputan6.com pada 08 Sep 2019, 22:24 WIB
konser

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri konser simfoni akbar bertajuk Jakarta Simfonia Orchestra yang digelar oleh Jakarta Oratorio Society di Lapangan Tenggara Monas, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019) malam.

Acara ini merupakan konser musik klasik outdoor pertama yang diadakan di Indonesia. Anies mengaku, antusiasme masyarakat yang tinggi membuatnya turut merasa bangga.

"Yang tercatat hadir di tempat ini sebanyak 13.109 orang. Menjadi barangkali penonton konser paling banyak dalam rekor sejarah Indonesia," ungkap Anies di lokasi.

"Catatan 13.109 orang adalah catatan yang dibuat oleh tim kita di UPT Monas yang bisa menghitung berapa orang yang masuk di sini untuk sebuah kegiatan," imbuh dia seperti dikutip Antara.

Anies menegaskan, Jakarta sebagai simpul kebudayaan Indonesia harus menunjukkan kelebihannya untuk bisa bersaing dengan kota-kota besar di dunia.

Menurutnya, latar belakang masyarakat Indonesia yang bervariasi adalah suatu kelebihan yang tak dimiliki negara lain. Karenanya, dia berharap konser musik ini bisa menyatukan seluruh kalangan masyarakat di Indonesia, khususnya kota Jakarta.

"Jakarta harus menjadi sebuah ekosistem di mana para seniman tumbuh berkembang, para seniman bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tapi yang tidak kalah penting, mereka harus bisa menjadi tamu mempesona di negeri orang," dia mengakhiri.

2 of 3

Musik Bahasa Universal

Konser musik ini menampilkan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dan klasik internasional. Di antaranya yakni Bangun Pemudi-Pemuda, Tanah Airku Indonesia, Garuda Pancasila, dan Rayuan Pulau Kelapa.

Lagu klasik yang ditampilkan di antaranya adalah hasil karya Beethoven dan Mozart. Pendeta dan musisi, Steven Tong menjelaskan, musik adalah suatu bahasa yang dimengerti oleh semua orang di dunia.

"Musik adalah bahasa internasional, itu sebabnya klasikal musik berarti musik yang diambil dari segala bangsa segala zaman yang terindah," ungkap Steven Tong di lokasi.

"Tidak peduli anda agama apa, ras apa, di dalam masyarakat lapisan apa, di hadapan Tuhan semua manusia sama rata adanya. Dan manusia satu-satunya makhluk yang berkemungkinan berkebudayaan, satu-satunya makhluk yang berbahasa dan bisa senyum," lanjutnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta para duta besar negara sahabat, seperti Duta Besar Italia, Federasi Rusia, India, Slovakia, Deputi Duta Besar Inggris, dan Deputi Duta Besar Uni Eropa.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓