Anies Baswedan Luncurkan Ruang Baca Buku di Setiap Stasiun MRT Jakarta

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 08 Sep 2019, 11:11 WIB
Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan ruang baca buku di setiap stasiun MRT Jakarta. Dia berharap, peresmian ini dapat menumbuhkan minat baca masyarakat.

Buku-buku yang tersedia di setiap stasiun MRT Jakarta ini berkat kerja sama dengan Yayasan Baca Buku Jakarta.

"Kita menyadari pentingnya literasi bagi sebuah masyarakat. Apalagi di kota seperti Jakarta, dimana kita jadi bagian dari kota global,” ujar Anies di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

“Untuk bisa jadi bisa maju berkembang, maka warganya harus bisa menjadi warga yang memiliki tingkat literasi tinggi. Salah satunya dengan kegemaran membaca," imbuh dia.

Nantinya, buku akan dipinjamkan dari stasiun pertama yang penumpang naiki, dan akan dikembalikan di stasiun tujuan. Buku juga disediakan di dalam tap area, sehingga hanya penumpang yang sudah melakukan tap saja yang bisa mengakses buku tersebut.

Kemudian, karena durasi naik kereta yang sebentar, buku yang disediakan pun tidak berukuran tebal. Direktur Utama PT MRT, William Sabandar menjelaskan, durasi waktu 30 menit dinilainya cukup untuk membaca buku ringan yang sudah disediakan.

"Yang kedua yang MRT akan lakukan adaah menyiapkan yang namanya micro library yang sedang kita siapkan akan ditempatkan di Stasiun Dukuh Atas nanti di bawah Jalan Kendal," tutur William.

 

2 of 2

Donasi Buku

MRT Jakarta
Ruang baca buku tersedia di setiap stasiun MRT Jakarta. (Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

William menambahkan, nantinya masyarakat juga bisa menyumbangkan buku untuk ditambahkan ke dalam koleksi ruang baca stasiun MRT.

“Di setiap stasiun ada drop box yang tadi sudah dicontohkan Pak Gubernur. Dan memang drop box-nya kelihatannya tidak besar karena yang kita sarankan itu buku-buku tipis ya, buku-buku kecil, supaya mudah dibaca dalam satu kali perjalanan,” ucapnya.

Selain itu, pihak MRT juga akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk meluncurkan digital book di awal tahun 2020.

“Selain gerakan baca buku yang sifatnya tadi buku fisik, juga akan ada yang namanya digital book. Jadi itu yang akan kita kerjasamakan dengan Perpustakaan Nasional, semuanya sedang jalan,” dia mengakhiri.

 

Lanjutkan Membaca ↓