Anies Baswedan Minta MRT Sediakan Peminjaman Buku

Oleh Liputan6.com pada 04 Sep 2019, 18:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan Kartu Penyandang Disabilitas, Rabu (28/8/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta PT MRT Jakarta menyediakan peminjaman buku di setiap stasiun. Buku ini bisa dipinjam para pengguna MRT dan dibaca sepanjang perjalanan.

Buku ini kemudian wajib dikembalikan setelah sampai di stasiun tujuan. Anies mengatakan ruang-ruang publik atau ruang ketiga akan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat.

"Saya minta di semua stasiun MRT disiapkan tempat perpustakaan. Bukan perpustakaan besar, tapi rak-rak buku dimana penumpang bisa mengambil buku untuk dibaca lalu sepanjang stasiun. Nanti bisa dikembalikan di stasiun tempat dia akan turun," jelas Anies usai membuka pemeran buku internasional atau IIBF di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Anies ingin perpustakaan ini bisa tersedia tahun ini. Program ini menurutnya bisa menjadi rencana strategis untuk merangsang kebiasaan membaca.

 

2 of 3

Baca 15 Menit

Wisata Buku Pasar Kenari Sepi Pembeli
Pedagang melayani pembeli di salah satu kios Wisata Buku, Pasar Kenari, Jakarta, Selasa (20/8/2019). Sentra buku tersebut hingga kini masih sepi pembeli sejak diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 4 bulan lalu dikarenakan minimnya promosi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Dia juga menginstruksikan semua sekolah agar mewajibkan para siswanya membaca selama 15 menit setiap pagi sebelum memulai pelajaran. Jika dibiasakan, maka membaca buku akan menjadi kebiasaan.

Kebijakan ini dulunya pernah diterapkan saat masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Baca apa saja. Jangan baca ditentukan gurunya. Tapi baca pilih sendiri bukunya. Boleh dari perpustakaan, boleh dari rumah, tapi setiap anak 15 menit membaca. Apa saja dibaca. Tujuannya membuat membaca menjadi kebiasaan. Dimulai dengan diajarkan, didisiplinkan, dibiasakan, sehingga dia bisa menjadi kebiasaan lalu menjadi kebudayaan. Lalu jadi adab yang kita sebut peradaban," pungkasnya.

 

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓