Ospek Minum Air Campur Ludah, Rektor Unkhair Ternate Angkat Bicara

Oleh Maria Flora pada 02 Sep 2019, 14:33 WIB
Diperbarui 02 Sep 2019, 17:31 WIB

Liputan6.com, Ternate - Sebuah video perpeloncoan menjadi viral beberapa hari terakhir. Para mahasiswa baru diminta meminum air ludah hingga berjalan jongkok menaiki tangga gedung perkuliahan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (2/9/2019), pihak Universitas Khairun Ternate menyesalkan tindakan itu dan telah memberikan sanksi skorsing kepada empat mahasiswanya.

"Kami sudah memberikan sanksi mulai dari sanksi peringatan, skorsing, sampai pada pemecatan," kata Rektor Unkhair Ternate Husen Alting.

Sementara itu, Kemenristekdikti menyesalkan kasus ospek secara berlebihan kembali terjadi. Pihaknya mengimbau agar pihak kampus lebih memperketat pengawasan yang terjadi di lingkungan kampus.

Kemenristekdikti juga tidak akan mentolerir ospek yang berpotensi mengancam keselamatan. Orientasi mahasiswa dengan sistem perpeloncoan yang bersifat negatif, sama sekali tidak memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Menyikapi kasus kekerasan terhadap mahasiswa baru, sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Malang menggelar ospek di Markas TNI Komando Pendidikan dan Kejuruan, Kota Malang.

Sekitar 700 mahasiswa baru Universitas Merdeka Malang menjalani masa ospek di bawah Komando Anggota Dodikjur.

Masa orientasi studi mahasiswa baru rawan berakhir negatif dengan susupan perpeloncoan dari senior ke junior. Karenanya, pengawasan pihak kampus sangat diperlukan untuk mencegah kegiatan yang bisa merugikan peserta didik. (Rio Audhitama Sihombing)