Ada Ospek Minum Air Ludah, DPR Minta Kampus Terus Tingkatkan Pengawasan

Oleh Liputan6.com pada 02 Sep 2019, 09:36 WIB
Diperbarui 02 Sep 2019, 19:09 WIB
Ospek Universitas Khairun

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta semua kampus meningkatkan pengawasan pada kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek). Hal ini ia, katakan terkait dengan kegiatan ospek di Universitas Khairun yang memaksa mahasiswa baru meminum air yang diludahi.

"Sebetulnya ini tuh sudah bukan masalah baru ya dan kita juga sudah berkali-kali setiap tahun masih terjadi lagi, berarti masih perlu pengawasan ya dari pihak mungkin perguruan tinggi atau sekolah ya. Karena kita sangat tidak mengharapkan praktek-praktek yang mengandung unsur kekerasan itu bisa terjadi di lingkungan pendidikan," kata Hetifah pada merdeka.com, Senin (2/9/2019).

Hetifah menilai ospek yang terjadi di Universitas Khairun sudah masuk dalam kategori perundungan atau bullying. Kejadian itu juga berbahaya bagi mental para mahasiswa baru.

"Jadi ini sebenarnya masuk kategori bullying juga kan nanti apa semacam tindakan-tindakan yang bisa jadi nanti membuat mahasiswa itu bukannya tumbuh menjadi mahasiswa yang percaya diri tetapi tadi misalnya penuh rasa takut," ungkapnya.

Dia menuturkan, di beberapa kampus juga ada yang mewajibkan para panitia ospek mengikuti pendidikan tetang apa yang boleh dilakukan dan yang tidak. Itu, kata Hetifah perlu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tambahnya, sebenarnya sudah ada aturan dari pemerintah soal pelaksanaan ospek. Karena itu, ia meminta ada tindak tegas dari kampus pada mahasiswa yang melakukan ospek di luar unsur kemanusiaan.

"Jadi ya sebaiknya memang ada semacam tindakan ya sanksi yang tegas kalau masih terjadi supaya ada efek jera. Tapi juga diciptakan metode lainnya supaya kekompakan dan antara angkatan itu terjadi tanpa unsur-unsur itu terjadi," ucapnya.

2 of 3

Kecam Ospek di Universitas Khairun

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), mengecam orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara. Pasalnya, dalam kegiatan tersebut sejumlah mahasiswa baru dipaksa berjalan jongkok dan meminum air ludah.

"Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan menentang segala bentuk perpeloncoan dan kekerasan di lingkungan pendidikan," dikutip dari akun resmi Ditjen_Belmawa, Minggu (1/9).

Ditjen Belmawa menegaskan tindakan perpeloncoan atau hal-hal lain yang berbau kekerasan di lingkungan pendidikan dilarang keras. Pelaku atau pun pihak-pihak yang terlibat harus mendapatkan sanksi tegas.

"Ayo bersama kita bangun wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi generasi yang tidak hanya cerdas pikiran dan pengetahuan, namun juga cerdas dalam berperilaku dan bermasyarakat." ucapnya.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓