3 Fakta Video Viral Ospek Mahasiswa Minum Air Campur Ludah

Oleh Fachrur Rozie pada 01 Sep 2019, 15:15 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:04 WIB
Video sejumlah mahasiswa dipaksa meminum air ludah dan berjalan jongkok saat masuk kampus viral di media sosial. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini viral video mahasiswa yang meminum air campur ludah di media sosial. Setelah diselidiki, rupanya hal tersebut terjadi di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara saat orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek).

Video tersebut mendapat kecaman dari pelbagai pihak, salah satunya Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti, mengecam aksi tersebut.

Melalui akun Instagramnya, mereka menegaskan tindakan perpeloncoan saat Ospek sudah seharusnya ditinggalkan.

"Lingkungan sekolah dan kampus semestinya menjadi lingkungan untuk tiap-tiap anak bangsa belajar dan berkembang dengan suka cita,” tulisnya dalam akun Ditjen_Belmawa yang dikutip Minggu (1/9/2019).

Ditjen Belmawa menyatakan, masa orientasi siswa juga harus dimanfaatkan menjadi wadah bagi para mahasiswa baru untuk melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

"Serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” tulis akun tersebut.

Berikut 3 Fakta yang dirangkum Liputan6.com terkait video perpeloncoan saat Ospek yang viral:

2 of 5

Dipaksa Minum Air Ludah dan Jalan Jongkok

Siswa Baru Tegal Bebas dari Pelonco dengan Sepak Bola Egrang
Permainan tradisional selalu diadakan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah di SMAN 4 Tegal. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara menjatuhkan sanksi terhadap empat mahasiswa senior Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Mereka terbukti memaksa mahasiswa baru meminum ludah dan berjalan jongkok saat masuk kampus dalam pelaksanaan Ospek atau informasi dan orientasi (Inforient).

"Tindakan tidak terpuji empat mahasiswa senior dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan ini telah merusak citra kampus," kata Rektor Unkhair Ternate, Prof Dr Husen Alting, Sabtu (31/8/2019), dilansir Antara.

Pihak kampus tidak akan menoleransi tindakan yang dilakukan sejumlah mahasiswa senior kepada adik-adik juniornya. Secara kelembagaan, Unkhair memohon maaf dan telah mengambil langkah tegas terhadap para pelaku.

Pihak kampus berharap agar mahasiswa baru tidak harus mengikuti perintah atau tindakan yang di luar kepatutan saat jalannya kegiatan pengenalan dari para senior sebagaimana diatur dalam ketentuan dan tata cara.

3 of 5

4 Mahasiswa Diskorsing

(lip6 Malam) peloncoan-di-universitas-lampung
perpeloncoan

Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara telah melakukan investigasi terhadap anak didiknya yang meminta mahasiswa baru meminum air campur ludah dan berjalan jongkok saat orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) yang sempat viral.

Rektor Unkhair Ternate, Husen Alting mengatakan, masa orientasi itu digelar oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan pada 29 Agustus 2019 lalu.

"Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan telah mengidentifikasi dan memeriksa semua oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut," ucap Husen dalam keterangannya di akun Instagram Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Minggu (1/9/2019).

Dalam hasil pemeriksaan, empat mahasiswa senior ditetapkan sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam kejadian itu. Mereka di antaranya, berinisial FSMA, AE, LM dan NSF dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan.

Husen mengatakan, dari hasil pemeriksaan, mereka telah terbukti melanggar aturan akademik dan kode etik mahasiswa. Karenanya, empat mahasiswa tersebut diberikan sanksi berupa skorsing.

"Terhadap oknum mahasiswa dengan inisasil AE diberikan sanksi berupa skorsing perkuliahan selama dua semester," ungkap Husen.

Sedangkan untuk FSMA, LM, dan NSF, juga diberikan skorsing. Namun, berbeda masa lamanya saja. "Masing-masing diberikan sanksi skorsing 1 semester," jelas Husen.

4 of 5

Resiko Tertular Penyakit

Hore, Air Siap Minum Kini Tersedia di Museum Nasional
Pengunjung mengambil air siap minum (Drinking Fountain) di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (8/11). Pembangunan drinking fountain ini untuk menyediakan air siap minum yang higienis bagi masyarakat. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Video kegiatan orientasi mahasiswa baru dengan meminum air dicampur ludah secara bergiliran viral di media sosial. Belakangan diketahui, aktivitas Ospek tersebut terjadi di Universitas Khairun, Ternate.

Video tersebut menjadi viral dan menuai kecaman dari warganet. Aktivitas ospek tersebut dinilai tidak mendidik dan berbahaya bagi kesehatan.

Mengenai dampak meminum dan meludahkan air di gelas yang sama secara bergiliran seperti tampak dalam video ospek itu, Liputan6.com menanyakannya pada dokter yang juga salah satu editor medis laman Klikdokter, dr Nadia Octavia.

Menurut dr Nadia, aktivitas minum air yang bercampur air ludah secara bergiliran berisiko menularkan banyak penyakit.

"Kalau dari segi medis, bisa menularkan banyak penyakit yang transmisi atau cara penularannya dari air liur," ujar Nadia, dihubungi Minggu (1/9/2019).

Mengenai penyakit apa saja yang berpotensi ditularkan melalui air ludah atau liur, Nadia menyebut beberapa diantaranya.

"Misalnya, hepatitis A, flu, mumps, pertusis, rubella, meningitis, varisela, HMFD (penyakit tangan, kaki, dan mulut). Banyak sih. Jadi kalau orangnya punya penyakit tersebut ya menular," lanjut Nadia.

Bahkan Nadia juga mengingatkan akan risiko penularan Tuberlulosis. "Kan banyak di Indonesia yang TBC," ujarnya.

Sementara dari sisi kesehatan mulut dan gigi, drg. Callista Argentina menilai aktivitas tersebut sama saja dengan memindahkan bakteri dari mulut ke mulut.

"Itu sama aja mengadakan perpindahan bakteri dari mulut ke mulut," ucapya Callista.

5 of 5

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by