Wiranto: Ada Pihak yang Menunggangi Kerusuhan di Papua

Oleh Liputan6.com pada 30 Agu 2019, 23:04 WIB
Diperbarui 10 Sep 2019, 15:04 WIB
Menko Polhukam Wiranto

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto mengungkapkan, ada pihak yang menunggangi demonstrasi di Papua. Alhasil, aksi unjuk rasa di Papua berujung kerusuhan dan tindakan anarkis.

Menurut Wiranto, informasi itu didapat dari Kepala BIN, Panglima TNI, dan Kapolri.

"Saat kita terima laporan dari Panglima, Kapolri dan Kabin, memang kerusuhan ini ada yang menunggangi, ada yang provokasi, ada yang sengaja untuk mendorong terjadinya kekacauan," kata Wiranto dalam jumpa pers di Istana, Jumat (30/8/2019).

Dia menambahkan, dari informasi itulah pihaknya sudah mengetahui siapa yang mendapat keuntungan di balik rentetan peristiwa di Papua dan Papua Barat.

"Kita peringatkan siapa pun dia, hentikan itu," tegas Wiranto.

Wiranto menyebut, akibat ulah provokasi itu, situasi Papua maupun Papua Barat menjadi tidak kondusif.

"Kita tahu dan saya tidak mau sebutkan karena itu sangat merugikan kepentingan nasional," tegas Wiranto.

2 of 3

Rapat Terbatas Bahas Papua

Jokowi Pimpin Ratas Bahas Pemindahan Ibu Kota
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019). Ratas membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota. (Liputan6.com/HO/Radi)

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas terkait penanganan di Papua. Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta agar terus menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Cendrawasih itu.

Rapat digelar bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kapolri Tito Karnavian, Sesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung di Istana Merdeka, Jakarta Jumat (30/8/2019).

"Rapat terbatas kita bahas mengenai penanganan di Papua dan saya berharap disampaikan jaga keamanan dan jaga ketertiban," kata Jokowi saat membuka ratas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dia meminta, agar siapapun yang melanggar hukum ditindak tegas. Tidak ada toleransi bagi perusuh dan pihak yang berbuat anarkis.

"Juga memerintahkan aparat keamanan menindak tegas siapa pun yang lakukan tindakan rasialis dalam bentuk apapun dan saya dapat laporan hukum dilakukan baik aparat hukum maupun oknum sipil maupun militer yang lakukan tindakan itu juga dikerjakan tanpa kecuali," tegas Jokowi.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by