Megawati: Beri Kesempatan Pemimpin Korut dan Korsel Saling Bertemu Kembali

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 29 Agu 2019, 13:37 WIB
Megawati Serahkan KTA PDIP kepada Tokoh Agama hingga Purnawirawan TNI-Polri

Liputan6.com, Seoul - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mengatakan, perdamaian di semenanjung Korea harus dilanjutkan dengan upaya lebih keras untuk menjaganya

Mega mengingatkan pemimpin Korsel Moon Jae-In dan Pemimpin Korut Kim Jong-un bermufakat untuk menandatangani Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea.

Baginya, saat itu sejarah baru telah ditorehkan, bukan hanya bagi dua negara, tapi bagi peradaban bangsa Asia. Namun demikian, saat perdamaian tercapai, bukan berarti perjuangan berhenti.

"Perjuangan selanjutnya adalah mengkristalisasikan perdamaian sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat," kata Megawati saat berbicara di DMZ International Forum on the Peace Economy, di Hotel Lotte Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019).

Megawati berharap, setelah perdamaian Semenanjung Korea tercapai, dapat segera tercapai pula sebuah kesepakatan baru, yang diikuti langkah-langkah konkret kerjasama antar dua negara.

"Di dalam perdamaian yang sudah dimulai, sebaiknya diberi kesempatan antara pemimpin Korut dan Korsel, berdua sebagai saudara, melakukan pertemuan-pertemuan agar ini bisa dapat dirumuskan lebih baik," jelas Megawati.

Baginya, kerja sama yang dilakukan bukan kerjasama ekonomi yang berwatak pragmatis. Tetapi kerjasama luas di berbagai bidang termasuk lingkungan hidup, pendidikan dan kebudayaan dalam kerangka insdutrialisasi di era digital.

Megawati mengusulkan agar ada perumusan dan kesepakatan terkait strategi, kebijakan dan langkah-langkah untuk menyikapi permasalahan global. Seperti ancaman radikalisme yang menggunakan isu agama dan identitas, fundamentalisme pasar dan isu perang dagang, kejahatan keuangan, narkotika, HIV-AIDS, perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan dan ancaman perdagangan manusia.

"Serta yang tak bisa kita lupakan saat ini adalah isu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan," pungkas Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓