Cegah Makelar Tanah, Bupati Penajam Paser Utara Siapkan Perbup

Oleh Devira Prastiwi pada 29 Agu 2019, 13:30 WIB

Fokus, Penajam Paser Utara - Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur seperti Jalan Tol Balikpapan-Samarinda masih terus belangsung.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (29/8/2019), meski belum mengetahui koordinat pasti lokasi baru Ibu Kota negara, namun Pemerintah Kabupatan Penajam Paser Utara mulai bersiap diri.

Untuk menjaga harga tanah tidak melonjak oleh ulah makelar tanah, Bupati menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan mengatur jual beli tanah dan lahan. Harapannya agar harga tanah bisa dijaga sesuai NJOP.

"Memutuskan membuat Perbub untuk penjualan tanah yang harus diketahui oleh kepala daerah, yaitu bupati agar nanti segel-segel itu tidak keluar dari kelurahan dan desa, agar ini menjadi suatu panutan yang kita jaga karena jangan sampai ada makelar-makelar tanah yang bergerilya di Penajam Paser Utara yang tentunya akan menghambat pembangunan Ibu Kota ini," Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud.

Rencananya, lokasi ibu kota negara akan dibangun secara bertahap. Tahap pertama adalah pembangunan kawasan inti yang meliputi istana, kantor lembaga negara seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif, taman budaya, dan botanical garden.

Selanjutnya pembangunan perumahan ASN, TNI dan Polri, kawasan diplomatik, fasilitas pendidikan, dan kesehatan. Pembangunan terus berlanjut hingga permukiman non-ASN.

Diperkirakan jumlah penduduk yang akan pindah ke ibu kota negara yang baru mencapai 1,5 juta orang. Mereka adalah ASN, anggota Polri dan TNI, dan keluarga hingga pelaku ekonomi.