Megawati Mengaku Diundang Berkunjung ke Korea Utara

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 29 Agu 2019, 03:04 WIB
Putu Merta Surya Putra/Liputan6.com

Liputan6.com, Seoul - Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapan terbesarnya agar perdamaian dua Korea semakin kuat, dalam artian bukan sekedar secara politik, namun juga dari sisi budaya dan ekonomi.

Hal ini diungkapkannya, saat menjawab perihal persiapan dirinya sebagai salah satu pembicara Forum DMZ International Forum on the Peace Economy yang dilaksanakan di Korsel, Kamis 29 Agustus 2019.

Dia mengutarakan bahwa dirinya juga diundang oleh pihak Korea Utara (Korut), bukan hanya oleh pihak Korea Selatan (Korsel).

"Sebetulnya saya juga ada undangan ke Korut, tapi saya sedang menunggu, mencari waktu yang baik," kata Megawati di Seoul, Rabu 28 Agustus 2019.

Yang jelas, Megawati menyatakan, dirinya bersedia bicara di forum DMZ itu karena merasa bahwa perdamaian antara dua Korea adalah kebutuhan untuk menegakkan perdamaian dunia. Sebab seperti diketahui saat ini, selain di Korea sendiri, di Eropa juga ada isu menyangkut Brexit.

"Jadi memang saya kira inilah dinamikanya yang disebut sebagai globalisasi," jelas Megawati.

 

2 of 3

Tawarkan Pancasila

Menyangkut isu Korea, dia mengingatkan akan permintaan Presiden Korea Selatan dahulu Kim Dae Jung, penerima nobel perdamaian yang selalu mendorong proses penyatuan Korea. Dan Megawati menjadi semacam special envoy untuk komunikasi antara Presiden Kim dengan counterpart-nya di Korut saat itu, Kim Jong Il yang kini digantikan putranya Kim Jong Un.

"Jadi saya paling tidak sedang mengikuti keinginan-keinginan dari kedua belah pihak. Dan saya menawarkan Pancasila untuk bisa dipergunakan sebagai landasan mempercepat proses yang sudah terjadi," ungkap Megawati.

Bagi dirinya, situasi saat ini lebih mendukung, sebab Presiden AS Donald Trump sudah dua kali bertemu dengan Korut dan Korsel. Megawati mengingatkan, saat ini memang diperlukan bukan hanya sekedar pertemuan politik diantara kedua Korea.

"Kita bisa mempertemukannya melalui kebudayaan, lalu dari sisi ekonomi, dan sebagainya," kata Megawati.

Sebagaimana diketahui, Megawati di Seoul dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus.

Megawati di Korsel didampingi menantu Nancy Prananda, cucunya Diah Lupita Jasmina Srita dan Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri.

Di forum itu, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia.

Setelah sambutan Perdana Menteri Korsel Lee Nak-yon, Megawati akan menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pandangannya di forum itu, kamis pagi waktu setempat.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓