Silau Harta, Istri Muda Bunuh Suami dan Anak dengan Sadis

Oleh Ady AnugrahadiNila Chrisna Yulika pada 29 Agu 2019, 00:04 WIB
Ilustrasi Pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta - Warga kampung Bondol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat geger dengan temuan dua jenazah hangus di dalam minibus bernomor polisi B 2983 SZH yang terbakar pada Minggu 25 Agustus 2019.

Jenazah ditemukan di bagian jok belakang mobil. Kondisinya tidak bisa dikenali dengan tangan terikat. Polisi memastikan dua jasad di Toyota Calya B 2983 SZH terbakar itu korban pembunuhan.

Tak lama kemudian, polisi menangkap seorang pelakunya. Pelaku bernama Aulia Kusuma (AK) ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin 26 Agustus 2019

Identitas dua jenazah tersebut kemudian terkuak. Mereka merupakan ayah dan anak, bernama Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23). Mereka adalah warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Hasil hasil penyelidikan, Aulia yang ditangkap di kawasan Cilandak merupakan istri korban Pupung.

"Otak pelaku yaitu saudari AK umur 35 tahun tidak lain adalah istri dari korban," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Senin 26 Agustus 2019.

Polisi juga menyita barang bukti berupa mobil Calya nomor polisi B 2620 BZM saat menangkap pelaku. Serta selimut yang berbau bensin dan handphone tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Aulia Kesuma (35) telah merencanakan pembunuhan terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama alias ECP (54) dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana alias D (23).

Pembunuhan itu direncanakan di salah satu apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

"Jadi tersangka Aulia, Kelvin, dan R orang yang masih DPO merencanakan untuk menghabisi korban Pupung dan Dana," ucap dia.

Selanjutnya, salah satu pelaku menghubungi orang di Lampung, untuk mencari eksekutor. Ditemukanlah Aji alias A dan Esky alias S dan dua orang lainnya.

"Setelah naik travel ke Jakarta. Aulia menjemputnya di depan TMP Kalibata," ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menjelaskan, yang menghubungi para eksekutor adalah suami dari mantan Asisten Rumah Tangga (ART) Aulia.

"Wanita itu menghubungi suaminya suaminya menghubungi para eksekutor ini," tutup dia.

4 pembunuh bayaran itupun berangkat ke Jakarta dengan travel. Kemudian, keempatnya dijemput di depan TMP Kalibata. Namun, 2 dari pembunuh bayaran itu kesurupan sehingga tak diajak mengeksekusi.

Aulia pun membawa dua pembunuh bayaran itu menuju rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di dalam mobil itu, Aulia menceritakan bahwa dia terlilit utang hingga Rp 10 miliar dan segala kerisauannya hingga akhirnya meminta bantuan untuk membunuh suami dan anak tirinya. Ketika itu, AK berjanji memberikan Rp 500 Juta apabila rencana berhasil.

"AK ini sebagai istri korban ini curhat menyampaikan kepada dua orang tadi inisial A dan S curhat kalau dia dililit utang, dia menjual rumah tidak diperbolehkan, dia diancam di situ. Akhirnya di dalam mobil deal membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar 500 Juta," pungkas Argo.

Saat Eksekusi

Para eksekutor pun bertandang ke kediaman korban di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat malam 23 Agustus 2019.

Aulia kemudian memerintahkan anaknya, Kevin untuk mengajak Dana (23) mabuk-mabukan. Saat mabuk itulah, para pembunuh bayaran itu menghabisi nyawa ayah-anak ini. Pertama suaminya, tak lama kemudian anaknya korban (Dana) sekitar jam 23.00 WIB.

"Tersangka A dan S ini kemudian memberi racun kepada korban (Edi Chandra) yang ditaruh di minuman, dengan harapan dia langsung meninggal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombel Argo Yuwono.

Korban pun tewas usai diberikan minuman keras dan racun.

Argo memaparkan, setelah diracuni dan diberi minuman keras, kedua jasad korban dibawa dengan minibus Toyota Calya menuju Kampung Bondol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk menghilangkan barang bukti, Aulia menyuruh anaknya Kevin untuk membeli premium dan membawa kedua jasad ke semak-semak Kampung Bondol.

Setelah itu, premium yang dibeli oleh Kevin disiramkan ke mobil dan kedua jasad itu kemudian dibakarnya.

2 of 3

Pembunuh Bayaran Kesurupan

Ilustrasi Pembunuhan (iStock)
Ilustrasi Pembunuhan (iStock)

Polisi menangkap dua pembunuh bayaran yang disewa oleh Aulia untuk menghabisi nyawa suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23).

"Dalam perjalanan mereka (dua orang) dari Kalibata ke rumah korban, kedua eksekutor seperti sakit atau kesurupan. Akhirnya yang dua diantar kembali di suatu tempat. Sehingga pada pelaksanaan eksekusi itu hanya dua orang," ucap dia.

Nasriadi mengungkapkan, dua eksekutor yang ditangkap adalah Esky dan Aji. "Dua orang itu sudah ditangkap," ujar dia.

Argo juga menjelaskan, jajaran Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah mencari seorang perempuan dan juga suaminya, yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan.

Keduanya mengenalkan Aulia Kesuma alias AK kepada para eksekutor untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya itu.

"Mantan pembantu dan suami pembantu itu masih kita cari, masih diburu," kata Argo.

Dia mengatakan, tim masih melacak dan mengejar keberadaan dua orang tersebut.

Rumah Kebakaran Usai Pembunuhan

Kediaman Edi Chandra Purnama alias ECP (54) di Jalan Lebak Bulus 1 Kav 129 B Blok U 15, RT 06 RW 05, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sempat terbakar sebelum ramainya pemberitaan pembunuhan yang dilakukan istrinya, Aulia. Hal ini diungkap oleh tetangga Edi bernama Arief Wahyudi.

Arief mengatakan, sempat ada kebakaran di rumah dua tingkat tersebut. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu 24 Agustus 2019.

Beruntung, warga sekitar melihat ada asap keluar dari rumah Edi. Warga kemudian memanggil pemadam kebakaran. Damkar pun mengerahkan empat mobil pemadam pada saat itu.

"Kan Sabtu jam 7 (malam), tuh sudah mulai keluar asap di sini. Nah, terus pemadam nyampai jam 19.30, sudah padam apinya," kata Arief saat ditemui di lokasi, Rabu (28/8/2019).

Dia memastikan, kala kejadian, tidak ada orang di rumah. Sebab, dia sempat masuk ke rumah untuk membantu petugas memadamkan api. "Kosong rumahnya," sambung dia.

Menurut dia, tercium aroma mirip bensin di rumah itu. Namun, dia tak melihat ada bercak darah. Meski, berdasarkan informasi kepolisian, pembunuhan Edi dan Dana berlangsung pada Jumat 23 Agustus atau sehari sebelum rumah terbakar.

"Kita masuk ke situ sudah bau bensin dan enggak keliatan ada bercak (darah), mungkin sudah diberesin juga sama dia," ujar Arief.

Dengan adanya kebakaran itu, warga menghubungi Aulia untuk memberitahu. Namun, Aulia tak meresponsnya. Aulia juga mengaku tak tahu keberadaan suaminya ketika ditanya warga.

"Ditelepon istrinya, kayaknya si Mei-Mei (sapaan AK) nya kayak enggak ngerespon, normalnya orang kalau rumahnya kebakaran gitu. Dia 'Oh ya udah' gitu. Jadi ibu saya yang coba hubungin Mei-Mei dan ditanyain suaminya ke mana. Wah saya enggak tahu suami saya ke mana. Suami kamu ke mana? Ditanya lagi. Wah saya enggak tahu suami saya ke mana enggak bisa dihubungi juga," pungkas Arief.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓