Megawati Kunjungi Taman yang Digunakan untuk Syuting Drama Korea

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 27 Agu 2019, 16:29 WIB
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri di Korea Selatan.

Liputan6.com, Korea Selatan - Sebelum mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri mengunjungi taman bernama The Garden Of Morning Calm di Gapyeong, Propinsi Gyeonggi, Korea Selatan.

Saat berkunjung ke area taman yang berjarak kurang lebih 2 jam dari Seoul itu, dia ditemani oleh keluarga dan sahabat-sahabat dekatnya. Ada menantunya Nancy Hendriati Shrindani, serta cucunya bernama Diah Lupita Jasmina Srita. Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri turut ikut bersama Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi.

Kehadiran Megawati langsung disambut pemilik dan pendiri taman tersebut, Professor Han Sang Kyung bersama istrinya. Dia pun terus menemani, untuk melihat taman yang dikenal sebagai salah satu lokasi syuting drama Korea, Love in the Moonlight, yang dibintangi Park Bo Gum dan Kim Yoo Jung.

Bukan karena tempat itu terkenal sebagai lokasi syuting, membuat Megawati hadir ke sana. Selain, memang hobi berkebun dan bertanam, dia mempunyai cita-cita besar ada begitu banyak taman seperti Morning Calm dengan luas 3 hektare di Indonesia.

"Harusnya pemerintah berpikirnya seperti itu, kita harus perbanyak taman di negeri kita," kata Megawati, di lokasi, Selasa (27/8/2019).

Sebagai Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati mengaku bersyukur kini akan ada 32 kebun raya lagi di Indonesia setelah hanya ada 4 kebun.

Dia mendorong setiap orang yang terlibat di bidang itu untuk selalu bisa melihat contoh usaha yang sudah dilakukan di negara lain. Dipastikannya, orang-orang di luar negeri yang punya keinginan sama juga akan membantu. Dia pun mencontohkan bagaimana sahabatnya di Jeju, Korsel.

"Di Pulau Jeju, saya punya sahabat seorang dokter yang sama seperti saya punya hobi tanaman. Begitu senangnya dia saya datang ke tempatnya, akhirnya kebun raya yang dia bangun diberi nama pakai nama saya," cerita Megawati.

2 of 3

Atasi Pemanasan Global

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Korea Selatan untuk menghadiri DMZ International Forum on the Peace Economy. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Korea Selatan untuk menghadiri DMZ International Forum on the Peace Economy. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Dia pun melihat, dengan ada taman-taman seperti ini, bisa mengatasi pemanasan global yang menjadi kekhawatirannya. Baginya, fenomena seperti kebakaran hutan, salah satunya adalah dampak dari global warming yang belum ditangani secara serius.

Menurut Megawati, ini membutuhkan visi yang bersifat jangka panjang. Sebagai contoh, ada jenis tanaman yang bila sekitarnya terbakar, maka pohon itu akan membantu proses pemadaman apinya. Namun usai api habis, maka tanaman itu bisa tumbuh lagi, kata Megawati tanpa menyebut tanaman yang dimaksudnya.

"Nah itukan seharusnya dipelajari. Dan ketika di lapangan, ya kita tanam. Paling tidak sebagai pembatas, kita bisa mengetahui arah angin dan sebagainya, yang bisa mengurangi kebakaran itu," ujar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.

Lebih jauh, Megawati menyebut sama sekali tak ada kerugian bila kebun dan tanaman diperbanyak di Indonesia. Selain indah, nyaman, juga berguna bagi ilmu pengetahuan bagi jutaan anak Indonesia. Sebagai contoh, Megawati menyebut taman Morning Calm dikunjungi hingga 1 juta orang pertahun.

"Ini artinya taman ini menjadi suatu yang berarti. Terutama bagi keluarga dan anak-anak kita, yang sejak dini dididik mencintai alamnya," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by