KPK Mulai Bersiap Awasi Rencana Pemindahan Ibu Kota

Oleh Fachrur Rozie pada 26 Agu 2019, 23:04 WIB
Diperbarui 18 Sep 2019, 06:37 WIB
KPK Rilis Indeks Penilaian Integritas 2017

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, masih memantau proses pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur. Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum mau banyak memberikan komentar terkait hal tersebut.

"Kita ikuti dulu saja prosesnya, belum ada respon dari KPK terkait hal itu," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Teka-teki di mana lokasi ibu kota baru Republik Indonesia akhirnya terjawab. Presiden Jokowi mengumumkan, lokasi Ibu Kota baru berada di Kalimantan Timur.

"Pemerintah telah melakukan kajian-kajian negara lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi di Istana, Senin (26/8/2019).

Jokowi mengatakan, ada alasan mengapa ibu kota dipindah ke kedua wilayah tersebut.

"Pertama, risiko bencana minimal. Baik banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan longsor," kata Jokowi.

Kedua, lokasinya strategis berada di tengah-tengah Indonesia. Ketiga, dekat dengan wilayah kota yang berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

"Empat, infrastruktur lengkap dan lima, telah tersedia lahan pemerintah 158 ribu hektare," kata Jokowi.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓