Tolak Bawa Jenazah, Pemkot Tangerang Revisi Peraturan Penggunaan Ambulans

Oleh Devira Prastiwi pada 26 Agu 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 27 Agu 2019, 12:44 WIB

Fokus, Tangerang - Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono meminta maaf. Permintaan maaf itu terkait insiden seorang pria yang membopong jenazah keponakan karena ditolak untuk menggunakan ambulans.

Pihak Pemkot Tangerang mengaku telah merevisi tata laksana penggunaan mobil ambulans milik puskesmas dan mulai melakukan sosialisasi terkait revisi.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Senin (26/8/2019), Arief minta maaf atas penolakan mobil ambulans mengangkut jenazah karena terbentur prosedur peraturan Kementerian Kesehatan.  

Pemkot Tangerang langsung merevisi standar operasional prosedur terkait penggunaan ambulans untuk masyarakat. 

Sebelumnya viral video Supriadi menggendong jenazah keponakannya yang bernama Muhammad Husein karena pihak Puskesmas Cikokol menolak meminjamkan mobil ambulans.

Ia lantas berjalan kaki menyusuri jalan sambil menggendong jenazah keponakannya menuju rumah duka. 

"Karena udah mau masuk maghrib, makanya udah nunggu terlalu lama, yaudah akhirnya saya bawa. Karena jenazah harus dimakamkan secepatnya. Ambulans khusus buat yang sakit aja, jadi harus melalui prosedur," paman korban pembawa jenazah, Supriadi.

Niat Supriadi terhenti karena saat hendak menaiki jembatan penyeberangan orang, ada seorang pengemudi mobil yang menolong mengantar jenazah dan keluarga pulang ke rumah duka.  

Muhammad Husein meninggal dunia bersama seorang bocah lain akibat terseret arus Sungai Cisadane. Begitu ditemukan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Cikokol, hingga pihak puskesmas memastikan korban meninggal dunia.