Basarnas Cari Bangkai KM Santika Nusantara di Perairan Masalembu

Oleh Maria Flora pada 26 Agu 2019, 09:21 WIB

Fokus, Sumenep - Dengan menerbangkan pesawat CN 235 di atas perairan Masalembu, petugas gabungan Basarnas melakukan pencarian menggunakan pola paralel sejauh 50 nautical mile dari lokasi awal kejadian terbakarnya KM Nusantara Santika.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Senin (26/8/2019), petugas dengan seksama memeriksa setiap tanda-tanda adanya temuan korban atau bangkai kapal tersebut. Baik secara manual maupun dengan menggunakan sensor survillance dan kamera flir yang dipasangkan pada pesawat CN 235 milik pusat penerbangan TNI AL Juanda Surabaya.

Namun, setelah 4,5 jam upaya pencarian melalui udara dilakukan, tak ada tanda-tanda yang menunjukan keberadaan bangkai kapal maupun sejumlah penumpangnya yang masih hilang.

Dugaan sementara, KM Santika tenggelam atau terseret tingginya gelombang laut yang tengah melanda perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Kita mulai dari jam 1 siang, kita menggunakan pesawat C 25 milik TNI AL," kata Deputi Bidang Operasi dan Kesigapan Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Untuk membantu Tim SAR gabungan melakukan pencarian bangkai kapal dan juga para korban, Basarnas Kaltim-Kaltara memberangkatkan regu penolong menggunakan KM Wisanggeni.

Kapal berkekuatan 31 personel itu diberangkatkan melalui Dermaga Somber Balikpapan dan diperkirakan tiba dilokasi kejadian Minggu petang. Dari 31 personel yang dikerahkan terdiri 16 ABK, 10 rescuer, 1 tenaga analisis dan sejumlah potensi SAR.