Effendi Simbolon PDIP Setuju Mobil Dinas Baru untuk Menteri Jokowi

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 22 Agu 2019, 22:02 WIB
Diperbarui 22 Agu 2019, 22:02 WIB
Mengintip Gagahnya Mobil Dinas 'Indonesia 1' Jokowi
Perbesar
Keduanya hadir ke acara pelantikan menggunakan mobil Mercedes Benz S500 berkelir hitam.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon angkat bicara soal pengadaan mobil dinas untuk menteri. Politikus PDIP ini berpendapat, hal tersebut merupakan urgensi, sebab pergantian mobil lima tahunan adalah semestinya.

"Ya mungkin dilihat revaluasi asetnya sudah cukup lah lima tahun, itu sesuatu yang rutin lah ya lima tahun kan dianggap sudah cukup," jelas Effendi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menilai lebih baik diganti ketimbang dirawat lagi, Effendi membandingkan, pergantian mobil dinas menteri dengan pesawat kepresidenan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Seperti pesawat sekarang yang dipakai Pak Presiden kan dulu zaman Pak SBY dikritiki, ternyata kan sangat bermanfaat sekarang," jelas Effendi.

Informasi pengadaan mobil dinas baru untuk menteri Jokowi mencuat dari kabar tender pengadaan kendaraan menteri/pejabat setingkat menteri yang dimuat laman resmi Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE).

Tender ini diketahui telah muncul sejak 19 Maret 2019. Lewat laman tersebut, dana pagu disiapkan sebesar Rp 152,5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan, nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp147,3 miliar.

Tercatat, 41 perusahaan ikut dalam tender pengadaan mobil dinas baru ini. Tender dimenangkan PT Astra Internasional Tbk-Tso dengan nilai harga Rp147,2 miliar.

2 dari 3 halaman

Sering Mogok

Ini Plat Mobil Menteri Baru
Perbesar
Petugas memasang pelat mobil baru di mobil dinas Menteri Perhubungan yang baru di Kemenhub, Jakarta, (27/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan mobil Presiden Jokowi sudah kerap bermasalah. Bahkan sering mogok berkali-kali.

"Ya kan berkali-kali (mogok). Power window (jendela) enggak jalan, elektrik enggak jalan. Lantas pernah semua sound sistem di dalam mobil bunyi. Radio semua bunyi, kan enggak nyaman," kata Heru di Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Selain itu pernah ada indikatornya berwarna kuning dan merah. Semuanya hidup. "Ya berarti kan enggak boleh dipakai," ungkap Heru.

Menurut dia, wajar mobil presiden tersebut diganti. Mengingat selain usia, juga aktivitas Presiden Jokowi yang sangat sibuk.

"Kan aktivitasnya tinggi. Dilihat dari kilometernya. Jakarta-Bogor, terus keliling," jelas Heru.

Dia mengungkapkan, meski Jokowi menggunakan Mercedes-Benz S-Class tipe 600 guard dan mobil Menteri Toyota Crown, namun nasibnya sama.

"Saya dengar beberapa menteri enggak pakai kendaraan itu karena sering mogok. Mesinnya panas dan lain-lain," pungkas Heru.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓