Aksi Siswa SMA Banyuwangi Panjat Tiang Perbaiki Bendera Tersangkut

Oleh Mevi Linawati pada 18 Agu 2019, 11:52 WIB
Diperbarui 18 Agu 2019, 14:08 WIB

 

Fokus, Probolinggo - Aksi memanjat tiang bendera dilakukan siswa SMA di Probolinggo, Jawa Timur. Pelajar kelas 11 SMA Negeri 1 Dringu tersebut nekat memanjat tiang setelah mengetahui upaya memperbaiki bendera yang tersangkut saat upacara penurunan gagal dilakukan oleh pelajar SD.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (18/8/2019), meski sulit karena kencangnya tiupan angin, upaya pelajar yang bercita-cita menjadi TNI ini membuahkan hasil.

"Pertamanya ada anak kecil yang menaiki bendera itu dan anak kecil itu gagal karena tersangkut. Dengan spontan saya terpanggil untuk membenarkan bendera itu," kata pemanjat tiang bendera Fajar Yudha Riski.

Tidak hanya dalam upacara penurunan, kendala tersangkutnya sang Merah Putih juga terjadi saat upacara pengibaran bendera.

Salah satunya terjadi di Lapangan Bola Desa Laha, Kota Ambon. Demi menyelamatkan sang merah putih, pelajar SD memberanikan diri memanjat tiang setinggi 17 meter. Usaha pelajar bernama Sandi Lawerang berhasil.

Tali yang tersangkut diperbaiki sehingga upacara berjalan lancar.

Sementara itu, sorak sorai dan tepuk tangan diberikan peserta upacara penurunan bendera di Lapangan Tawangalun, Banyuwangi, terhadap aksi personel TNI Angkatan Darat yang nekat memanjat tiang bendera.

Personel TNI yang bertugas di Koramil Wongsorejo, Banyuwangi, ini dengan gesit memanjat tiang untuk membantu menurunkan sang merah putih yang tersangkut di tiang saat upacara penurunan bendera.

Aksi Sertu I Wayan Budiarta memanjat tanpa alas kaki membuahkan hasil. Bendera yang tersangkut dapat diturunkan.

 

(Rio Audhitama Sihombing)