Formula E akan Digelar di Jakarta, Jakpro Ingin 2 Pembalap Indonesia Tampil

Oleh Ika Defianti pada 17 Agu 2019, 18:22 WIB
Sean Gelael

Liputan6.com, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengusulkan dua nama pembalap asal Indonesia untuk mendapatkan wild card agar masuk dalam perhelatan Formula E di Jakarta.

Dirut PT Jakpro, Dwi Daryoto menyatakan dua nama tersebut yakni Rio Haryanto dan Sean Galael. Rio berpengalaman dalam ajang Formula 1 dan Sean di Formula 2.

"Ini belum saya ungkapkan, wild card untuk ikut kompetisi di situ. Mobilnya mobil mereka, dan itu biasanya kalau tuan rumah bisa," kata Dwi di Pulau D Reklamasi, Jakarta Utara, Sabtu (17/8/2019).

Dia menyebut balap mobil listrik Formula E merupakan ajang dengan kelas di bawah Formula 1, atau setara dengan Formula 2 dan 3. Karena itu, Dwi mengharapkan kedua pembalap asal Indonesia dapat diikutsertakan dalam perhelatan yang akan diselenggarakan di Jakarta.

"Sehingga nanti, karena formula 2 sama dengan formula E, jadi pasti bisa kalau mereka mau memberika wildcard," jelasnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno mengatakan, saat ini pihaknya menunggu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan peraturan gubernur (pergub) untuk penyelenggaraan Formula E.

Sebab, sebagai badan usaha milik daerah, Jakpro diikutsertakan dalam penyelenggaraan balap mobil listrik itu.

"Formula E iya (ditugaskan), nunggu Pergubnya," kata Hani saat dihubungi, Jumat (16/8/2019).

Karena penunjukan oleh Anies, Jakpro mengajukan anggaran dalam penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 305 miliar. Dana tersebut diajukan pada saat rapat kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk rancangan APBD 2020.

 

2 of 2

Rincian Penggunaan Anggaran

Rio Haryanto
Duet Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro T2 Motorsports membawa pulang angka pada seri empat Blancpain GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Chang, Buriram. (Dok)

Anggaran itu rencananya digunakan untuk pre-feasibility study (FS) dan research and development (R&D) sebesar Rp 5 miliar. Kemudian civil works dan perbaikan jalan Rp 112 milliar serta untuk dinding dan pagar membutuhkan dana Rp 48 miliar.

Lalu, untuk pembuatan trek dan jalur balap Rp 67,2 miliar. Layanan umum, seperti keamanan, kebersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalu lintas, dan layanan parkir itu Rp 10 miliar.

Untuk tim honor tim pelaksana lokal dibutuhkan anggaran Rp 25 miliar. Nantinya, honor itu diperuntukkan selama 12 bulan dengan 50 orang.

Selanjutnya yakni untuk safety dan race materialsitu Rp 32 miliar. Sedangkan biaya tidak terduga dianggarkan Rp 25 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓