PAN: Zulkifli Hasan Tak Pernah Minta Kursi Menteri ke Jokowi

Oleh Liputan6.com pada 16 Agu 2019, 15:54 WIB
PAN beri bantuan hukum untuk ketua PA 212

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto menegaskan, ketum partainya Zulkifli Hasan tidak pernah melobi Presiden Jokowi dan koalisi pendukung pemerintah, agar mendapatkan kursi menteri.

"Sampai hari ini Bang Zul (Zulkifli Hasan) tak pernah menemui koalisi KIK, atau Pak Jokowi untuk minta-minta menteri. Tidak pernah," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Yandri mengatakan, partainya menghormati apapun keputusan Jokowi dalam menyusun kabinet pemerintahan periode kedua.

Yandri lagi-lagi menegaskan, partainya tidak memaksa Jokowi agar memilih kader PAN menjadi menteri.

"Kita paham undang-undang, dan PAN tak pernah selama ini memaksa meminta, tidak. Kita hormati betul itu hak prerogatif presiden," ucap Yandri.

Terkait silahturahmi yang kerap dilakukan Zulkifli dengan Jokowi, Yandri pun menegaskan tidak ada pembicaraan soal kabinet. 

"Saya tahu apa yang disampaikan Bang Zul ke pak Jokowi di bogor, saya tahu persis. Tak ada satupun bang Zul melobi pak Jokowi agar PAN merapat ke pemerintah, dalam hal minta menteri," tambah Yandri.

 

2 of 3

Ingin Menteri dari Profesional

Presiden Jokowi cek podium yang akan digunakan untuk sidang tahunan DPR/MPR besok. (Merdeka.com/Sania Mashabi)
Presiden Jokowi cek podium yang akan digunakan untuk sidang tahunan DPR/MPR besok. (Merdeka.com/Sania Mashabi)

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan komposisi kabinet untuk periode pemerintahannya akan didominasi kalangan profesional. Jokowi menegaskan bahwa hal itu adalah hak prerogatif dirinya sebagai Presiden.

"Kamu tahu ndak kabinet itu apa? Kabinet itu hak prerogatif presiden," kata Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur, Rabu 14 Agustus 2019 lalu.

Jokowi meminta keputusannya soal komposisi kabinet tak diributkan. Terkait parpol pengusungnya yang meminta banyak kursi menteri, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali menyinggung kewenangannya.

"Ya saya sampaikan tadi, menteri itu adalah hak prerogatif presiden," jelasnya.

Dia juga menyatakan keseriusannya merekrut anak muda Indonesia berbakat untuk menjadi menteri di kabinet 2019-2024. Adapun kisaran umurnya yaitu 30 hingga 35 tahun.

"Ya ada yang umur-umur gitu, yang muda dan setengah muda dan ada yang setengah tua," tutur Jokowi.

 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓