Jokowi: Cepat Asal Selamat, Lambat Asal Selamat Tak Lagi Relevan

Oleh Delvira Hutabarat pada 16 Agu 2019, 10:50 WIB
Diperbarui 16 Agu 2019, 10:50 WIB
Jokowi dengan baju adat Sasak, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Perbesar
Jokowi dengan baju adat Sasak, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap pembangunan Indonesia periode ke depan mengalami kemajuan signifikan di tengah pusaran globalisai. Sebuah lompatan besar diperlukan, bukan lagi langkah kecil.

"Dalam kompetisi global yang ketat berebut pengaruh berebut pasar berebut investasi. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain," kata Jokowi dalam Sidang Bersama DPD/DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Jokowi menginginkan Indonesia ke depan lebih cepat dalam pembangunan dibanding dengan negara-negara tetangga. Investasi, kata Jokowi, harus membuka lapangan kerja baru dan menguntungan bangsa.

"Langkah demi langkah tidak lagi cukup, lompatan demi lompatan yang kita butuhkan. Lambat asalselamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat," kata Jokowi.

Meski demikian, meski di tengan persaingan Indonesia tidak boleh mengabaikan misi untuk membangun tatanan dunia yang lebih baik.

"Kontribusi pada perdamaian dunia harus kita lanjutkan. Kontribusi pada kesejahteraan dunia harus kita tingkatkan. Inisiatif, kolaborasi dan kerjasama pembangunan dunia harus kita kembangkan. Kemanusiaan harus tetap menjadiruh politik luar negeri Indonesia. Dunia yang kita huni bersama tidak selamanya mulus dan stabil," kata Jokowi.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓