Jokowi: Perbedaan Bukan Alasan untuk Membenci, Menghancurkan dan Meniadakan

Oleh Delvira HutabaratMuhammad Radityo PriyasmoroLizsa Egeham pada 16 Agu 2019, 09:55 WIB
Diperbarui 16 Agu 2019, 09:55 WIB
Pidato Presiden Jokowi Di Sidang Tahunan
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). Sidang ruitn ini dilaksanakan jelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpesan mengingatkan Indonesia merupakan negara yang terdiri dari perbedaan-perbedaan. Namun, dia menekankan, masyarakat tidak boleh menggunakan perbedaan sebagai alasan untuk saling membenci.

"Tentu dalam negara demokrasi, perbedaan antarindividu, perbedaan antar-kelompok, atau bahkan antarlembaga negara adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi, perbedaan bukanlah alasan bagi kita untuk saling membenci, bukan alasan bagi kita untuk saling menghancurkan, atau bahkan saling meniadakan," kata Jokowi, dalam pidato kenegaraannya, dalam sidang MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut dia, perbedaan itu justu harus dikelola dalam sebuah visi besar yang sama agar menjadi kekuatan yang dinamis. Kekuatan untuk mencapai Indonesia maju.

Oleh karena itu, Jokowi mengajak mengajak semua lembaga negara dan masyarakat untuk membangun sinergi yang kuat guna menyelesaikan tugas sejarah kita.

"Mendukung lompatan-lompatan kemajuan untuk mengentaskan kemiskinan, menekan ketimpangan, dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Bergandengan tangan menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Serta ikut serta melahirkan lebih banyak lagi SDM-SDM unggul yang membawa kemajuan bangsa," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itupun mengajak masyarakat bersyukur atas perbedaan yang ada. Juga terkait bangsa Indonesia yang masih kokoh di tengah berbagai tantangan dan terpaan badai sejarah.

"Indonesia sebagai rumah besar kita bersama tetap berdiri kokoh. Indonesia berdiri kokoh karena kita memiliki fondasi yang sangat kuat, Pancasila. Pancasila adalah dasar negara, bintang penjuru, sekaligus pemersatu kita semua. Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun tanpa dibeda-bedakan latar belakang agama, asal usul suku, perbedaan ras, maupun golongan. Rumah besar Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk semua. Ruang hidup bagi seluruh anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," tutur Jokowi.


Jokowi Yakin Indonesia Tak Akan Punah

Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan gelar tanda kehormatan di Istana Kepresidenan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi mengatakan, di Indonesia, anak bangsa mampu berkarya seluas-luasnya, bisa bergerak, dan berjuang mewujudkan mimpi dan cita-cita kita bersama.

Perbedaan juga, lanjut dia, bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu. Dia optimistis Indonesia tak akan runtuh dan tak akan punah. Oleh karena itu, Jokowi yakin, Indonesia akan selalu sentosa.

"Saya yakin, seyakin-yakinnya, persatuan Indonesia akan selalu sentosa. Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah berlalu. Saya yakin, seyakin-yakinnya, dengan berpegang teguh pada semangat persatuan Indonesia, maka rumah besar kita tidak akan runtuh, tidak akan ambruk, dan tidak akan punah, tetapi justru berdiri tegak. Bukan hanya untuk 100 tahun, 500 tahun, tapi untuk selama-lamanya. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! SDM Unggul Indonesia Maju! Merdeka!" kata Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya