1.000 Ulama dan Kiai akan Hadiri Muktamar PKB di Bali

Oleh Delvira Hutabarat pada 15 Agu 2019, 22:44 WIB
Diperbarui 15 Agu 2019, 22:44 WIB
20150730- PKB Gelar Doa Bersama Jelang Muktamar NU ke-33-Jakarta
Perbesar
Suasana doa bersama untuk kesuksesan Muktamar NU ke-33, Jakarta, Kamis (30/7/2015). Muktamar tersebut akan digelar 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jatim.(Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang pelaksanaan Muktamar V di Nusa Dua, Bali pada 20-21 Agustus 2019 mendatang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumpulkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri dalam forum Munas Alim Ulama seluruh Indonesia.

Acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2019 itu akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Prof. Nadirsyah Hosen hingga Gus Miftah.

Koordinator Munas Alim Ulama Saifullah Maksum mengatakan, Munas tersebut merupakan salah satu rangkaian Muktamar.

"Munas Alim Ulama se-Indonesia adalah membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya serta keagamaan." ujar Saifullah di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Saifullah menambahkan, dalam forum tersebut para kiai juga akan melakukan diskusi terkait dengan revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang.

"Para kiai juga akan membuat rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali," urainya.

Ia berharap, lewat forum tersebut akan muncul rekomendasi yang dapat menciptakan terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang damai tanpa ada permasalahan terkait terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang belakangan marak.

Tidak hanya itu, para ulama yang hadir dalam juga akan menggelar tasyakuran atas pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya dengan terpilihnya Joko Widodo -KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan presiden dan wakil presiden Periode 2019-2024.

2 dari 3 halaman

1.000 Ulama dan Kiai

Diketahui, sekitar 1000 ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren sudah siap menghadiri Mukhtamar yang di gelar di Nusa Dua, Badung, Bali pada 20-22 Agustus 2019.

Diantara para ulama itu, ada sosok cendikiawan Nadirsyah Hosen, atau akrab disapa Gus Nadir. Termasuk da'i kondang pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah.

"Gus Nadir dan Gus Miftah sudah siap hadir bersama ulama dan kiai-kiai pengasuh pondok pesantren se-Indonesia," ujar Wasekjen DPP PKB Ahmad Iman.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait