Strategi Ditjen SDA Cegah dan Atasi Kekeringan

Oleh stella maris pada 15 Agu 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 15 Agu 2019, 09:16 WIB
Kepala BBWS Ciliwung Cisadane

Liputan6.com, Jakarta Kekeringan yang terjadi saat ini menyebabkan penurunan debit air di Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bambang Hidayah pun menjelaskan tentang penurunan debit air tersebut.

"Saat ini kondisi air sudah turun jadi tidak bisa naik. Di Bendung Pasar Baru sudah turun 1,2 meter, jadi sekunder juga pasti turun, jadi kami pompa dimasukkan saluran tersiernya," jelas Bambang, saat ditemui di Bendungan Pasar Baru, Banten.

Total lahan irigasi Cisadane seluas 21.000 hektare yang terbagi beberapa wilayah yaitu Cisadane Barat 4.800 hektare, Cisadane Barat Laut 9.000 hektare, dan sisanya wilayah utara.

Lebih luas, Bambang menuturkan bahwa wilayah Cisadane Barat Laut termasuk dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP). IPDMIP adalah program pemerintah di bidang irigasi. Untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik yang merupakan kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten sebagai wujud kontribusi sektor pertanian bagi ketahanan nasional pada umumnya.

Secara khusus, dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah Cisadane Barat Laut. Bambang juga menambahkan bahwa saat ini Program IPDMIP sedang proses lelang dan diharapkan bulan depan sudah selesai dan sudah mulai dapat bekerja.

Wilayah Kedaung merupakan salah satu andalan di wilayah Cisadane Barat Laut karena di wilayah tersebut dapat dilakukan masa tanam sampai dua kali meskipun saat ini Indeks Pertanamannya baru mencapai 1,6. Diharapkan dengan program IPDMIP dapat meningkat sampai 2 atau lebih.

Sementara irigasi Cisadane Barat yang sedang direhabilitasi di luar IPDMIP yaitu menggunakan dana APBN saat ini masih proses berjalan, diharapkan setelah rehabilitasi Indeks Pertanamannya juga dapat meningkat.

Itu karena irigasi mempunyai kaitan erat dengan bidang pertanian, maka BBWS Cilicis berkoordinasi dengan pihak lain seperti dalam hal penyusunan kalender tanam. "Kami menyusun kalender tanam berkoordinasi dengan petugas pertanian, dan juga tenaga OP."

Balai Cisadane Cidurian, Balai berada di bawah Dinas Provinsi Banten. Jadi Dana OP APBN ini TP-OP-kan perbantukan ke Dinas PU Provinsi, yang melaksanakan Balai Cisadane Cidurian bekerja sama dengan Petani Pemakai Air Tangerang dan Petugas Penyuluh Pertanian.

"Sedang dalam hal pompanisasi, kami sediakan pompa kerja sama dengan Balai Cisadane Cidurian Dinas PU Banten untuk mengambil air di lokasi terdekat, bisa di sekunder atau induknya, kemungkinan di sumber air sekunder Kedaung," kata Bambang.

 

(*)