Buah Manis Kerja Senyap Budi Gunawan, Masuk Kabinet?

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 14 Agu 2019, 11:37 WIB
20161019-Kepala BIN Raker dengan Komisi I-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Sabtu 13 Juli 2019 menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk pertama kalinya usai hajat besar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Namun di balik itu, tersiar kabar bahwa pertemuan yang dikemas di Stasium MRT tersebut ada campur tangan Jenderal Purnawirawan Budi Gunawan, Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN.

Budi terlihat di dalam pertemuan kedua tokoh politik tersebut. Senyumnya semringah sembari bertepuk tangan saat Jokowi dan Prabowo berpelukan. Riuh membahana di Stasiun MRT kala pertemuan bersejarah itu terjadi.

Peran mantan Wakil Kapolri itu pun terekam dalam pertemuan lanjutan dua tokoh bangsa, Prabowo dan Megawati, di kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 25 Juli 2019. Mega dan Prabowo pernah berpasangan dalam Pilpres 2009. Megapro.

Sama seperti pertemuan sebelumnya, Budi tampak hadir ke permukaan saat Mega dan Prabowo bertemu. Senyumnya lebar dan lepas kala kedua tokoh itu tampak akrab.

Jejak Budi Gunawan kembali terlihat di Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis 8 Agustus 2019. Bahkan, sang jenderal tersebut tampak berada satu ruangan dengan para ketua-ketua umum partai politik lain yang hadir.

Kehadiran Budi di berbagai momen politik tersebut memunculkan beragam spekulasi dan pertanyaan, ada hubungan apa Budi dan PDI Perjuangan? Apalagi, putra Budi Gunawan, Mochamad Herviano Widyatama, lolos menjadi caleg di Dapil I Jateng. Kendaraan politik yang mengantarkannya adalah partai berlambang banteng moncong putih. PDIP.

Meski demikian pihak BIN melalui juru bicaranya menyebut turunya Budi Gunawan ke gelanggang politik karena upaya menjaga keutuhan NKRI.

"Sebetulnya tugasnya menjaga keutuhan NKRI. Hanya itu saja, itu menyangkut tupoksi. Kalau NKRI sampai terkoyak itu, yang disalahkan intelejen," kata Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto kepada Liputan6.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Wawan mengatakan, pendekatan Budi Gunawan kepada Prabowo bukanlah inisiatif langsung. Tapi, memang sudah disepakati oleh para pemimpin pemerintahan, termasuk Jokowi.

"Sebetulnya ini kita semua berupaya. Tapi intinya kesepakatan bersama. Jika ada jalur enak semua pihak. Pertemuan itu kan akhirnya untuk menghindarkan misskomunikasi," jelas Wawan.

Dia menampik kepiawaian lobi-lobi dan gol yang dicetak Budi Gunawan dalam upaya rekonsiliasi karena kedekatan Kepala BIN itu dengan sejumlah elite partai politik, termasuk elite PDIP.

"Karena tugas saja. Jadi bukan faktor-faktor lain. Tugas pokok dan fungsinya saja, menjaga keutuhan NKRI," kata Wawan.

Meski dinilai sejumlah kalangan kerja politik Budi Gunawan berhasil, pihak BIN, menyebut ini bagian daripada pekerjaan yang sudah diamanatkan kepadanya. Tak mau dianggap bahwa ini menambah poin untuknya, agar moncer urusan politik.

"Ya sebetulnya karena tugas, apapun dilakukan sebaik-baiknya. Seterah penilaian masyarakat. Yang penting tugas telah terlaksana," jelas Wawan.

 

2 of 3

Memahami Arus

Megawati dan Budi Gunawan
Kepala BIN Budi Gunawan dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Liputan6.com/ Faizal Fanani)

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Hamka Haq menilai, Budi Gunawan dianggap mengerti situasi politik saat itu dan upaya untuk meredam tensi tinggi akibat dampak Pilpres 2019. Bukan karena urusan lain.

"Pak Budi Gunawan kan kepala BIN, jadi tentu beliau memahami situasi politik yang tidak bisa kita lihat. Dia punya jaringan bagaimana, sehingga dia bisa menghubungkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Itu operasi intelijen yang sangat bagus," ungkap Hamka Haq.

Dia juga menegaskan, kedekatan Budi Gunawan dan Megawati sebenarnya tidak ada kaitan dengan politik.

"Karena pernah juga ajudan dulu. Sama, Pak JK dengan Pak Syafruddin," jelas Hamka.

Dia menuturkan Budi Gunawan telah bekerja dengan baik. Tapi, tak akan bisa direkomendasikan oleh PDIP untuk masuk di dalam kabinet. Namun, semuanya atas dasar Presiden menilai kerjanya selama ini.

"Itu hak prerogatif presiden. Karena Pak Budi Gunawan bukan dari PDI Perjuangan, Ibu Mega tidak berhak mengusulkan namanya. Kalau beliau diangkat jadi menteri, bagaimana presiden melihat kinerjanya," kata Hamka.

Buka Peluang

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, apa yang dilakukan Budi Gunawan dalam arena politik kali ini bisa berbuah manis untuknya.

"Peran Budi Gunawan cukup signifikan dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo. Kerjanya yang senyap membuahkan hasil manis, karena upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya selalu buntu. Itu artinya, Budi Gunawan bisa meyakinkan Jokowi dan Prabowo untuk bertemu rekonsiliasi," jelas Adi.

Dia pun meyakini buah manis dari hasil kerjanya tersebut, Budi Gunawan bisa mendapatkan tempat di kabinet Jokowi mendatang. Peluang itu, terbuka lebar.

"Cukup terbuka Budi Gunawan jadi menteri, karena posisinya saat ini sebagai BIN memiliki kedekatan dengan Presiden dan partai penguasa," dia memungkasi.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓