Kopi Garut Jadi Sorotan di Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung

Oleh stella maris pada 14 Agu 2019, 10:00 WIB
Kopi Garut

 

Liputan6.com, Jakarta Pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi milenial memadati Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung yang resmi dibuka pada Selasa (13/8). Acara berlangsung meriah, dengan beragam sajian yang menarik.

Salah satunya adalah adanya prosesi minum kopi bersama. Bagi penggemar kopi, ini luar biasa! Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan bahwa kopi Garut memiliki cita rasa yang khas. 

“Sensasi rasanya benar-benar nikmat dan mengandung aroma yang kuat. Dari aromanya, kami sudah penasaran ingin mencicipi. Begitu diseruput, rasanya benar-benar mantap. Penggemar kopi wajib mencoba kopi Garut ini,” ungkapnya.

Kopi Garut sangat 'melegenda' di kalangan bangsa Eropa. Ditanam di ketinggian 1300 mdpl, kopi ini terdiri dari dua jenis yakni robusta dan arabika. Meski begitu, kopi Garut kerap dikenal dengan sebutan Kopi Preanger.

“Kopi ini sudah dikenal luas hingga mancanegara. Bahkan dalam perkembangan, kopi ini menjadikan Indonesia sebagai pengekspor terbesar Kopi Preanger,” jelas Ferdiansyah.

Saat ini, kopi Garut dikelola oleh Perum Perhutani KPH Garut. Dari 2002 hingga 2011, lahan kopi Garut bertambah hingga 2.143 hektar. Pengelolaannya dibantu 53 Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Sebanyak 3.050 tenaga kerja pun digerakkan demi majunya kopi Garut.

“Kini industri kopi Garut semakin berkembang dan membuat banyak pihak swasta mulai melirik potensi ini. Kedai kopi pun mulai bermunculan dan makin menggiatkan para pengolah kopi untuk meningkatkan kualitas,” bebernya.

Terlepas dari keunggulan kopi Garut, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengaku bersyukur dengan pembukaan pasar wisata digital ini. Dia sangat mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang selalu konsisten mendukung daerah.

Wabup berharap keberadaan Dayeuh Manggung dapat menjadikan pariwisata di Kabupaten Garut semakin semarak. Sehingga memberi dampak positif, baik pada peningkatan kunjungan wisatawan maupun ekonomi masyarakat setempat.

“Saya berharap warga Garut, khususnya generasi milenial yang akrab dengan sosmed, dapat menggunakan akunnya untuk hal-hal positif. Dimanfaatkan media sosial untuk mempromosikan Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung. Selain murah, cara ini cukup efektif karena jangkauannya sangat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Budi Gan Gan menambahkan, Garut layak menjadi daerah tujuan wisata. Selain memiliki alam yang indah, Garut juga kaya akan seni budaya. Tengok saja kesenian Badogar, gending karawitan, jaipong, bangreng, dan lain-lain.

“Soal budaya, Garut juara! Tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kami berharap seni budaya Garut juga dapat terangkat seperti daerah lain. Salah satu caranya adalah dengan terus melibatkan atau mementaskannya pada acara-acara yang digelar di Garut,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pihaknya sangat mensupport daerah-daerah yang serius ingin mengembangkan sektor pariwisatanya. Yang pasti, pengembangan pariwisata harus dilakukan bersama-sama. Harus ada sinergi dari semua unsur pentahelix.

“Paling penting untuk diperhatikan tentunya adalah unsur 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Untuk Garut, saya rasa semua untur tersebut sudah terpenuhi. Tinggal keseriusan dan konsistensi pentahelix. Masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, pengusaha pariwisata, bahkan awak media harus bersinergi,” tegasnya.

 

(*)