Jadi Tuan Rumah Formula E, DKI Harus Bayar Rp 345 Miliar

Oleh Ika Defianti pada 13 Agu 2019, 20:21 WIB
Kartu Lansia Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta harus menyetorkan dana sebesar 20 juta poundsterling atau sekitar 24,1 juta dollar AS untuk menjadi salah satu tuan rumah balapan Formula E 2020. Dana tersebut bila dirupiahkan dengan kurs hari ini kurang lebih Rp 345 milliar.

Nantinya dana tersebut disetorkan ke Federasi Otomotif Internasional (FIA) sebagai pihak penyelenggara Formula E.

"Untuk motoGP biaya penyelenggaraannya 7-9 juta dollar, F1 29,4 juta dollar, Formula E 24,1 juta dollar. Dollar Amerika ya," kata Anies di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, setiap penyelenggara kegiatan harus mengeluarkan biaya, seperti halnya ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Kita selenggarakan Asian Games harus keluarkan biaya kepada organisasi Olimpiade Asia. Untuk Piala Dunia juga membayar ke FIFA," papar dia.

Kendati begitu, dengan membayar biaya penyelenggaraan Formula E juga dapat memberikan dampak balik dengan adanya pergerakan ekonomi di Jakarta.

"Jadi kita keluarkan biaya tapi akan dapat Rp 1,2 triliun. Itu baru prediksi konservatif," ujarnya.

 

2 of 3

Jokowi Berikan Dukungan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta. Keduanya membahas soal pelaksanaan balap mobil listrik Formula E 2020.

"Beliau memberikan dukungan dan apresiasi, dan insyaallah akan kami finalisasikan. Dan tadi menceritakan prosesnya," kata Anies usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8/2019).

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓